LIMA LANGKAH BERANTAS MALARIA

Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura menerapkan lima strategi percepatan penurunan kasus malaria di Kabupaten Jayapura dengan cara TOKEN, yaitu Temukan, Obati, Kendalikan, disertai sejumlah upaya yang lain.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Dokter Anton Tony Mote. Foto: Suara Perempuan Papua

suaraperempuanpapua.com – PELAKSANA Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Dokter Anton Tony Mote mengatakan penanganan pencegahan malaria di Kabupaten Jayapura dilakukan secara masif. Hasilnya, jumlah penderita penyakit malaria meningkat. Karena yang diperiksa adalah orang sehat maupun orang dengan gejala malaria. Maka, ditemukan positif mengidap malaria.

Penanganan pencegahan malaria yang dilakukan di Kabupaten Jayapura adalah orang sakit malaria diobati, orang tidak sakit malaria harus dipastikan benar dia tidak ada parasit malaria dalam tubuhnya, air tergenang di lingkungan tempat tinggal harus dibersihkan supaya jentik nyamuk tidak boleh ada serta nyamuk yang beterbangan diupayakan agar dibatasi supaya tidak menularkan.

“Kalau kita berhasil tuntaskan jentik malaria, maka satu mata rantai sudah kita putuskan, maka selesai. Nyamuk boleh datang gigit kita, tapi aman karena kita tidak ada malaria. Karena dalam diri nyamuk tidak ada kumannya, dalam tubuh manusia tidak ada kumannya, di lingkungan tidak ada jentik malarianya. Maka, kita terbebas dari malaria, karena walaupun nyamuknya ada, tapi plasmadiumnya tidak ada.”

Upaya pemberantasan nyamuk yang sedang dilakukan di Kabupaten Jayapura melalui lima langkah berantas malaria, yaitu dengan istilah TOKEN: Temukan, Obati, Kendalikan. “Lima paket TOKEN harus dituntaskan”, ujar Anton Mote saat ditemui di Sentani.

Anton Mote menjelaskan siklus malaria hidup berkembang biak dan menularkan penyakit oleh malaria kepada manusia. Rantai itu yang harus diputuskan. Maka dibutuhkan komimen semua sektor. Tugas Dinas Kesehatan adalah bagaimana memastikan tidak ada malaria di dalam tubuh manusia dengan menyadarkan semua orang. Dan orang lain di lingkungan sekitar juga harus membantu untuk dirinya juga harus mau diperiksa.

Puskesmas Kampung Harapan Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Foto: Suara Perempuan Papua

“Jangan karena dia merasa tidak ada gejala malaria, jadi dia tidak mau periksa. Tidak. Karena kuman malaria ada di dalam tubuh manusia yang sehat. Maka orang sehat pun harus diperiksa dan diobati. Pengobatannya harus tuntas.”

Plt. Kadis Kesehatan Kabupaten Jayapura, Dokter Anton Mote mengatakan malaria masuk dalam 10 golongan penyakit besar. Namun hingga kini Dinas Kesehatan belum menerima laporan kasus pasien meninggal akibat malaria. Kalaupun ada kasus orang meninggal karena malaria, itu bisa terjadi karena malaria menyerang syaraf, sampai bisa menyebabkan kematian, dan itu harus dibuktikan dengan hasil pemeriksaan.

“Misalnya, dia ada malaria, tapi kerusakannya ada di bagian mana? Kalau malaria yang biasa, kita demam, pilek, sakit–sakit, itu sebenarnya biasa saja. Tapi malaria dengan komplikasi, itu yang bisa menyebabkan kematian,” jelas Dokter Anton.

Untuk mencegah penularan penyakit malaria, Pusat Kesehatan Masyarakat Kampung Harapan menggiatkan pemeriksaan kesehatan warga dari rumah ke rumah dan dari gereja ke gereja. Setiap komunitas masyarakat di Kampung Harapan dikunjungi dan dilakukan pemeriksaan malaria.

“Kalau ada kabar bahwa ada orang meninggal akibat malaria di Sentani Timur, itu Dinas Kesehatan belum tahu. Kalau ada kasus, biasanya dilaporkan ke Dinas Kesehatan,” ujar Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Dokter Anton Tony Mote saat ditemui di Kantor DPR Kabupaten Jayapura, Selasa 21 Juli 2026.(*