Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jayapura akan menggelar turnamen siap geber mobile legends dengan melibatkan 160 pemuda, 15 UMKM dan layanan perizinan.

suaraperempuanpapua.com – GUSTAF Griapon, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM–PTSP) Kabupaten Jayapura, mengatakan Esports harus jadi ruang prestasi, kreativitas, UMKM, dan peluang ekonomi anak muda Papua. Dunia esports di Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, bakal kembali bergairah, karena DPM-PTSP Kabupaten Jayapura akan menggelar Turnamen Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) pada 18–19 September 2026 di halaman parkir Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Menurut Gustaf, momen ini bukan sekadar ajang adu strategi dan kemampuan bermain Mobile Legends, tetapi kegiatan ini dirancang menjadi ruang pertemuan antara pemuda, esports, UMKM, dunia usaha, sponsor, dan pelayanan pemerintah. Turnamen tersebut mengusung tema, “Pemuda Berprestasi, Ekonomi Kreatif Tumbuh, Investasi Jayapura Maju.”
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menciptakan ruang positif bagi generasi muda sekaligus melihat perkembangan esports sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif. Perkembangan teknologi digital tidak boleh hanya dilihat sebagai hiburan. Tapi di balik perkembangan esports, terdapat peluang besar untuk membangun kreativitas, komunitas, promosi usaha, industri digital, hingga menciptakan peluang ekonomi baru bagi generasi muda.
“Kami tidak ingin anak-anak muda hanya menjadi penonton perkembangan ekonomi digital. Kami ingin mereka menjadi pelaku, menjadi kreator, menjadi pengusaha, dan mampu melihat peluang dari perkembangan teknologi dan ekonomi kreatif,” ujar Gustaf Griapon.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jayapura itu menegaskan, penyelenggaraan turnamen tersebut sengaja dikemas lebih luas agar memberikan dampak kepada masyarakat dan pelaku usaha, dengan target 32 tim dan 160 pemain.
DPM-PTSP Kabupaten Jayapura menargetkan sebanyak 32 tim akan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Setiap tim terdiri dari lima pemain, sehingga diproyeksikan sedikitnya 160 pemain akan terlibat langsung dalam kompetisi.
Para peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Jayapura, tetapi juga terbuka bagi komunitas dan pecinta Mobile Legends dari wilayah sekitar, termasuk Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.
“Dengan jumlah peserta tersebut, arena turnamen diproyeksikan menjadi salah satu titik berkumpulnya komunitas esports dan generasi muda di wilayah Jayapura. Pertandingan akan dimulai pada Jumat–Sabtu, 18–19 September 2026, pukul 15.00 WIT hingga selesai,” jelas Gustaf Griapon.
Hadiah yang disiapkan bagi para pemenang mencapai jutaan rupiah, dengan rincian: juara satu Rp 3.000.000. Juara dua Rp 2.000.000. Juara 3 Rp 1.000.000. Namun, bagi DPM-PTSP, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. “Turnamen ini diharapkan menjadi ruang untuk membangun sportivitas, disiplin, strategi, kerja sama tim, kreativitas, mental kompetitif, dan kepercayaan diri generasi muda.
Gustaf Griapon mengatakan, yang membuat turnamen ini berbeda, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura juga akan menggandeng sekira 15 pelaku UMKM untuk terlibat dalam kegiatan. UMKM nantinya mendapatkan ruang untuk memperkenalkan produk dan menjangkau konsumen secara langsung selama pelaksanaan even. Dengan demikian, para pengunjung dan peserta tidak hanya datang untuk menyaksikan pertandingan, tetapi juga dapat menikmati dan membeli berbagai produk yang ditawarkan pelaku UMKM.
“Kami ingin even ini memberikan manfaat yang lebih luas. Ketika anak-anak muda datang bertanding, di tempat yang sama UMKM juga bergerak. Ada transaksi, ada promosi, ada interaksi, dan ada peluang usaha,” kata Gustaf.
Menurutnya, sinergi antara esports dan UMKM merupakan salah satu bentuk konkret bagaimana kegiatan kepemudaan dapat dikembangkan menjadi ekosistem ekonomi kreatif. DPM-PTSP Kabupaten Jayapura juga membuka ruang bagi pihak sponsor dan dunia usaha untuk mengambil bagian dalam event tersebut.
Sejumlah pihak sponsor akan diberikan kesempatan untuk membuka booth selama kegiatan berlangsung. Booth tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, layanan, program perusahaan, maupun melakukan aktivitas promosi secara langsung kepada peserta dan masyarakat yang hadir. Kehadiran sponsor dan pelaku usaha diharapkan menciptakan interaksi yang lebih dekat antara dunia usaha dengan generasi muda dan masyarakat.
“Ini bukan hanya pertandingan. Kami ingin membangun sebuah ruang kolaborasi. Ada pemerintah, ada pemuda, ada komunitas esports, ada UMKM, ada sponsor dan dunia usaha. Semuanya bisa bertemu dalam satu kegiatan,” jelas Gustaf.

Tidak berhenti pada turnamen dan UMKM, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura juga akan menghadirkan pelayanan perizinan selama event berlangsung. Masyarakat dan pelaku usaha yang hadir nantinya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh informasi maupun layanan terkait perizinan berusaha. Langkah ini menjadi bagian dari upaya DPM-PTSP untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Gustaf mengatakan, pelayanan publik tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintah. Sebaliknya, pemerintah harus mampu hadir di tengah masyarakat, termasuk di ruang-ruang kegiatan kepemudaan, ekonomi kreatif, UMKM, dan komunitas.
“Kami ingin pelayanan perizinan semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, ketika kami membuat event yang menghadirkan pemuda, UMKM dan dunia usaha, pelayanan DPM-PTSP juga harus hadir. Jadi masyarakat bisa bermain, berusaha, berpromosi, sekaligus mendapatkan informasi tentang perizinan,” tegasnya.
Gustaf menilai perkembangan esports harus dilihat secara lebih luas. Ekosistem esports saat ini dapat melibatkan berbagai sektor, mulai dari pemain, tim, pelatih, penyelenggara event, konten kreator, media, UMKM, sponsor, teknologi, hingga industri kreatif. Karena itu, pemerintah daerah perlu membuka ruang agar generasi muda dapat mengembangkan potensi tersebut secara positif.
“Mobile Legends hanya menjadi pintu masuk. Yang ingin kami bangun adalah semangat anak muda untuk berprestasi, berkarya dan melihat peluang ekonomi dari dunia digital. Saya berharap turnamen ini dapat menjadi agenda yang mempertemukan berbagai komunitas sekaligus memberikan pengalaman positif bagi generasi muda Kabupaten Jayapura.
Gustaf mengajak para pemain Mobile Legends untuk tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi menjadikan kompetisi sebagai momentum membangun karakter dan prestasi. “Jangan hanya menjadi penonton. Saatnya anak-anak muda Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura dan Keerom menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata Gustaf.
Saya juga mengajak komunitas esports, pelaku UMKM, dunia usaha dan masyarakat untuk ikut meramaikan kegiatan tersebut. Dengan target 32 tim atau 160 pemain, keterlibatan 15 UMKM, kehadiran booth sponsor, serta dibukanya layanan perizinan DPM-PTSP di lokasi kegiatan, turnamen ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar kompetisi Mobile Legends.
Kegiatan ini diharapkan menjadi sebuah ruang kolaborasi anak muda, ekonomi kreatif, UMKM, dunia usaha dan pemerintah. Turnamen Mobile Legends: Bang Bang DPM-PTSP Kabupaten Jayapura 2026.
Keterangan Pers DPM – PTSP Kabupaten Jayapura
