Pastor Nico Syukur Dister OFM, berkarya selama 41 tahun di Tanah Papua. Kepergiannya ke rumah Bapa di Surga meninggalkan duka yang mendalam bagi setiap orang Papua yang mengenalnya. Ucapan turut berduka dari warga Papua terus mengalir ke Negeri Belanda.
suaraperempuanpapua.com – KEPERGIAN Prof. Dr. Pastor Nico Syukur Dister OFM untuk selamanya meninggalkan duka yang mendalam bagi setiap orang yang mengenalnya. Dia seorang Imam Katolik, Guru Besar Filsafat yang rendah hati, yang bersahabat dengan mereka yang kurang beruntung.

Pastor Nico Syukur dikabarkan menghembuskan nafas pada Minggu 12 April 2026 waktu Papua. Kabar duka itu langsung menyebar dengan cepat ke seluruh pelosok Papua melalui pesan pendek whatsapp, facebook, instagram dan lainnya. Setiap orang yang mengenalnya merasa kaget dan sedih atas kepergiannya ke rumah Bapa di Surga.
Sepanjang karyanya di Papua, Pastor Nico Syukur Dister OFM, tidak hanya imam melayani umat Katolik, tapi juga seorang akademisi yang mengajar Filsafat dan Teologi di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi Fajar Timur Abepura, Institut Pastoral Indonesia Malang Filial Jayapura, Universitas Cenderawasih Jayapura dan beberapa perguruan tinggi lain di Jayapura, serta penulis berbagai buku yang dikenal luas.
Selain itu, dia juga memberi perhatian khusus kepada anak–anak Papua dari berbagai daerah terpencil yang kurang beruntung dengan mendirikan Yayasan Putri Kerahiman Papua di Sentani, yang memayungi pendirian Panti Asuhan di Hawai Sentani. Yapukepa dan Panti Asuhan menjadi wadah mengumpulkan, mendidik, melatih serta menyekolahkan anak–anak dari berbagai tingkatan pendidikan mulai dari usia Taman Kanak–kanak hingga perguruan tinggi.
Berikut ini ungkapan belasungkawa dari banyak orang untuk kepergian Pastor Nico Syukur Dister OFM ke rumah Bapa di Surga. Dari sekian banyak orang yang menyampaikan turut berduka, hanya dikutip beberapa saja.
Seorang berinisial Amoy03, mengatakan beliau sangat peduli dengan anak yatim-piatu dan orang lanjut usia atau jompo, hingga mendirikan Yayasan Putri Kerahiman Papua (Yapukepa) Sentani. Dari Yayasan itu, banyak menghasilkan orang–orang hebat di masa kini.

“Terima kasih, Pater Nico atas dedikasi dan jasamu, kiranya semua yang bapak buat dengan tulus dan ikhlas di atas Tanah Papua menuai balasan berkat melimpah dari Bapak Yang Maha Kuasa. Doa kami menyertaimu Pater Niko”.
Doni Gobay, “luar biasa. Tuhan menyediakan tempat terbaik untuk alm. Pater”. I’indonday, “kiranya seluruh keluarga besar yang ditinggalkan mendapat kekuatan dan penghiburan sejati dari Tuhan Yesus pemilik kehidupan”. Seorang berinisial Baju mengatakan Banyak orang yang mengenalnya menyampaikan selamat jalan ke rumah Bapa di Surga. “Tuhan Yesus dan Bunda Maria menunggu Pater Nico di Surga. Kami mengucapkan turut berduka cita yang sangat mendalam.”
Ddmohza, menyampaikan, “Bapa Pastor yang baik hati, terima kasih atas pengabdian dan pelayanannya di Tanah Papua hingga siapkan banyak kader Gereja Katolik. Semoga doa kami mengiring bapa Pastor menuju ke rumah Bapa di Surga dan ditempatkan bersama para Kudus Allah.
Bapa Pastor sudah menanam banyak benih di bumi Papua, dipanen di akhirat. Kita mendoakan bapa Pastor, selamat jalan, Nopase waaaa Halawok. Bapa Dosenku di bangku Institut Pastoral Indonesia Waena tahun 1992–1994.”

Seorang warga Paniai, Jack Takimai, mengucapkan, terima kasih Pastor Profesor Doktor Nico Dister OFM, atas segala jasa dan karya yang diberikan kepada kami orang dan Tanah Papua. Segala jasa dan karyamu ini terukir di Tanah Papua sebagai seorang Teolog, Filsuf, dan Paedagog. Hampir berakhir hidupmu di dunia ini yakin tersenyum di bibirmu atas kehadiran Unika Fajar Timur. “Kini tibalah saatnya menikmati upah yang disediakan Tuhan bagimu. Pendoa bagi kami dari Surga.”
Grace Renwarin7909, “Selamat jalan ke Surga Pastor hebat segala kebaikan dan contoh dan keteladanan hidup serta pelayanan di zaman yang sulit ini. Kami akan selalu ingat dan kenang. Jadilah pendoa kami.” Samuel Bless dari Sorong menyampaikan, “turut berduka cita atas wafatnya Prof. Dr. Nico Syukur Diester OFM di Belanda pada Minggu, 12 April 2026. Amal ilmu, pengetahuan dan pengabdianmu menginspirasi kita semua. Selamat jalan Anggota Group Dapur Harapan. Didi Temong Mere, menyampaikan “sangat berduka mendalam. Beristirahatlah dalam damai di Surga.”
Ungkapan belasungkawa dari Papua untuk Pastor Nico Syukur terus mengalir ke Negeri Belanda, tanah kelahiran orang yang paling disayangi banyak orang. Kenangan selama 41 tahun hidup bersama di Tanah Papua akan terus diingat orang Papua. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam.
Pastor Nico Syukur Dister OFM dipanggil Tuhan pada Minggu 12 April 2026 waktu Papua atau Sabtu 11 April waktu Belanda. Pemakaman Paster Nico akan diawali dengan misa requiem pada Sabtu 18 April 2026 pukul 14.30 siang waktu Belanda atau pukul 21.30 malam waktu Papua di Gereja Santo Yoseph. Usai misa requiem, pemakaman akan dilaksanakan di Pekuburan Fransiskan Alverna, Wijchen, Belanda.
Paskalis Keagop/dari berbagai sumber
