“Kami keluarga merasa kehilangan mama. Mama dibawa tanpa izin dari kami keluarga. Sampai saat ini, kami belum tahu kondisi mama. Apakah beliau baik–baik di Jakarta? atau diintimidasi segala macam.”

suaraperempuanpapua.com – MAMA Yasinta Moiwend adalah seorang tokoh perempuan Suku Malind dari Kampung Wogikel, Distrik Ilwayab Kabupaten Merauke, Papua. Dia telah berjuang selama tiga tahun sejak 2024 sampai 2026 menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) yang masuk menjungkirbalikan hutan adatnya. Hutannya dirusak dan manusianya diusir dari tanah kelahirannya.
Perjuangan mama Yasinta Moiwend pun didokumentasikan dalam sebuah film dokumenter dengan judul, “Pesta Babi. Kolonialisme di Zaman Kita.” Wajah mama Yasinta pun muncul dalam film dan menyampaikan sikapnya menolak kehadiran PSN yang merusak tanah adatnya.
Film dokumenter Pesta Babi pun diputar luas di berbagai tempat dan ditonton jutaan orang di dalam dan di luar negeri. Dunia pun demam nonton film dokumenter Pesta Babi dari Papua.
Pesta Babi belum usai, mama Yasinta Moiwend pun tiba–tiba hilang dari tengah keluarganya sejak Minggu 24 Mei 2026 lalu.
Berikut keterangan pers oleh keluarga meminta bantuan semua pihak untuk mengawasi dan memulangkan mama Yasinta Moiwend kepada keluarganya:
“Kami dari keluarga mama Sinta mau klarifikasi tentang dugaan mama mulai dari hari Minggu 24 Mei 2026, kami kehilangan kontak dengan beliau.
Setelah hari Sabtu, 23 Mei 2026, ketika video mama Yasinta Moiwend berkembang di media. Saat itu kami coba komunikasi dengan mama, tetapi mama sudah tidak komunikasi dengan kita keluarga mulai dari hari Minggu 24 Mei 2026, dan diduga saat itu mama ditekan dan sudah membangun perencanaan yang cukup panjang untuk bagaimana mama ini diduga untuk mengambil data dari mama Yasinta Moiwend.
Hari Minggu saat itu beliau tidak bermalam di rumahnya. Tetapi beliau bermalam di Pos TNI di Kampung Wogikel, Distrik Ilwayab. Hari Senin 25 Mei 2026 beliau bersama dengan aparat keamanan pengaman PSN di Kampung Wogikel, dan juga …… saat ini ikut menyelundupkan mama tanpa sepengetahuan keluarga.
Dugaan pertama kami bahwa hari Minggu beliau diberangkatkan dari Wanam pakai kapal laut menuju Merauke. Tetapi hari Senin dibangun komunikasi bahwa beliau akan menggunakan pesawat jet milik pribadi …… menuju Timika. Dan yang kedua itu menuju ke Kabupaten Boven Digoel.
Dan juga mereka akan berangkat ke Merauke dan saat itu kami sudah tidak tahu keberadaan beliau.

Sampai dengan hari Jumat 29 Mei 2026 kami baru tahu ketika …… berada setelah mereka menggunakan pesawat helikopter dari Merauke menuju ke Wanam dan komunikasi itu dibangun .… untuk menggunakan ponselnya …. untuk komunikasi dengan mama Sinta di Jakarta.
Dan juga mama Sinta sampaikan kepada …… bahwa tolong kirimkan identitas diri yaitu kartu tanda penduduk, kartu keluarga dan juga dengan saudara …… dan mama sampaikan bahwa kami akan ketemu dengan presiden.
Dan juga komunikasi itu dilakukan setelah mama sudah melaporkan Lembaga Bantuan Hukum di Polda Metro Jaya di Jakarta.
Dan komunikasi video yang kedua yang beredar itu saat mereka sudah melaporkan LBH itu di Polda Metro Jaya.
Dan kami minta kepada semua pihak yang berada di Kampung Wogikel di Kabupaten Meruke Provinsi Papua di Tanah Papua untuk sama–sama mengawal dugaan penyelundupan mama ini terjadi setelah pemutaran film pesta babi ini berkembang.
Dan kami merasa ini sistem yang dibangun oleh oknum–oknum sehingga membenturkan perjuangan kami di dalam memperjuangkan tanah–tanah adat kami di Tanah Papua.
Dan juga yang berikutnya yaitu kami minta kepada LBH supaya bisa membangun komunikasi dan juga kepada Komnas HAM RI untuk bisa mengawal dan juga kepada Komnas Perempuan RI untuk bisa mengawal keberadaan mama ini.

Kita minta juga kepada pihak–pihak yang membawa mama supaya itu dipulangkan kepada kami. Kami keluarga merasa kehilangan mama. Karena mama dibawa tanpa izin dari kami keluarga.
Sampai saat ini kondisi mama kami belum tahu. Apakah itu beliau baik–baik di Jakarta? atau diintimidasi segala macam.
Dan secara pribadi mama, dan saya sebagai anaknya saya kenal dekat dengan beliau. Beliau ini diintimidasi, ditekan sehingga bisa mengikuti atau meng-counter kegiatan yang dia perjuangkan selama tiga tahun sejak 2024 sampai 2026. Itu sama dengan membenturkan keinginan mama.
Jadi mama membenturkan diri dengan mengikuti oknum–oknum yang tidak bertanggungjawab untuk membenturkan atau memuluskan program PSN di atas Tanah Papua untuk merusak hutan–hutan kami untuk menggerogoti hidup–hidup kami di Tanah Papua ini.
Kami minta kepada semua pihak untuk bisa mengawal keberadaan mama Yasinta ini. Kami juga minta kepada semua pihak dari Merauke, Tanah Papua dan seluruh Indonesia dan juga kepada dunia internasional untuk bisa mengawal atau membela hal–hal ketidakadilan yang terjadi di Tanah Papua ini.”
Keterangan pers keluarga mama Yasinta Moiwend
