Tujuan program MBG hadir itu baik selain untuk makan siang anak sekolah serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja bagi tenaga kerja lokal. Dinas teknis di perintah daerah harus bergerak membuka usaha–usaha ekonomi masyarakat di kampung–kampung agar menjadi bahan baku MBG di Kabupaten Jayapura.

suaraperempuanpapua.com – SAAT terjadi kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Depapre pada Selasa 4 Agustus 2026, Anggota DPR Kabupaten Jayapura jalur pengangkatan, Orgenes Seh melakukan kunjungan ke kampung–kampung di lokasi kejadian untuk melihat kondisi para korban keracunan MBG. Setelah melihat kejadian itu, dia juga mendengar banyak pendapat yang menolak MBG.
Karena para korban, keluarga dan masyarakat lain mengalami trauma dan ketakutan. Mereka tidak mau lagi ada program MBG yang hanya akan mengorbankan mereka. “Saya tidak mau saya punya anak jadi korban lagi. Ini mereka tipu–tipu untuk mau kasih habis kami orang Papua,” ujar orangtua dari Kendate yang anaknya menjadi korban keracunan MBG, yang ditemui di RSUD Yowari Sentani, Rabu 5 Agustus.
Setiap orang dan kelompok masyarakat punya beragam beda atas kehadiran MBG khusus di Kabupaten Jayapura. Ada yang tolak dan menyatakan tutup dan ada pula yang menyatakan MBG jangan ditutup tapi harus dievaluasi prosedur dan cara penyajian makanannya.
Orgenes Seh, Anggota Fraksi Khusus DPR Kabupaten Jayapura berpendapat, MBG bukan ditutup, tapi yang harus dilakukan adalah evaluasi total seluruh prosedur dan cara pengelolaan sampai makanan disajikan kepada anak–anak.

“Kasus keracunan MBG ini, masyarakat adat banyak yang trauma, kesal, kondisi jalan yang buruk membuat lambat mobilitas pasien dari kampung ke Puskesmas di distrik dan rumah sakit di kota.”
Walau terjadi kasus keracunan, tetapi Orgenes menyarankan MBG tidak bisa ditutup, tapi prosedur dan tata penyediaan itu yang harus ditata baik. MBG itu mendorong tumbuhnya ekonomi lokal. Karena itu makanan harus utamakan makanan lokal, jangan datangkan makanan dari luar. “Hasil kunjungan kerja Dewan ke Depapre akan dikomunikasikan dengan eksekutif untuk mencari solusi terbaik untuk jalannya MBG secara baik di Kabupaten Jayapura.”
Orgenes Seh mengatakan, menurut analisa masyarakat sementara bahwa kasus keracunan MBG ini terjadi karena makanan yang dikasih makan itu didatangkan dari luar. Maka untuk mencegahnya, dapur MBG harus menggunakan pangan lokal. “Karena itu, semua dinas teknis terkait dengan sandang harus bersinergi pastikan ketersediaan pangan lokal agar ekonomi pangan lokal tumbuh menjadi bahan baku MBG untuk mencegah terjadinya keracunan MBG di Kabupaten Jayapura.”(*
