Kampung Yobeh Distrik Sentani adalah Kampung Wisata di Kabupaten Jayapura yang dikenal wisatawan nasional dan manca negara. Setiap saat ada saja wisatawan asing dari berbagai negara yang mengunjungi Yobeh yang terletak di tepi Danau Sentani.

suaraperempuanpapua.com – YOBEH menjadi Kampung Wisata yang dikenal dunia karena kreativitas anak mudanya sendiri. Mereka duduk pikir dan putar otak bagaimana supaya rupiah dan dolar bisa masuk kampung dan langsung diterima langsung oleh masyarakat di kampung tanpa melalui pemerintah.
Anak muda Yobeh pun putar otak mengelola apa yang mereka pikirkan tanpa dukungan dari mana–mana. Hasilnya, spot wisata keindahan Danau Sentani dan hutan sagu pun ditawarkan di media sosial dan popular. Tidak hanya turis nasional dan turis asing, tapi pejabat negara pun penasaran dan berkunjung ke Kampung Yobeh di tepi Danau Sentani.
Berbagai hal yang dianggap unik pun disiapkan masyarakat kampung. Kalau mau makan papeda, ulat sagu, kelapa muda dan lainnya tinggal pesan saja dan langsung bayar ke yang punya. Kalau orang asing bayar pakai dolar, dan kalau orang dari negeri sendiri bayar pakai rupiah. “Ini yang namanya mengelola wisata bawa uang ke kampung,” ujar seorang pemuda yang ditemui di Yobeh.
Yobeh adalah salah satu kampung dari Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura. Distrik Sentani memiliki tujuh kampung dan tiga kelurahan. Berkunjung ke Yobeh bisa melalui jalan darat dan juga melalui air.
Pada akhir Oktober 2026 ratusan wisatawan asing berkunjung ke Kampung Yobeh. Mereka belanja kuliner menggunakan mata uang dolar.
Ratusan turis manca negara yang mengunjungi Kabupaten Jayapura menggunakan kapal pesiar Le Soleal mengunjungi Kampung Yobeh, Distrik Sentani, pada Sabtu 31 Oktober 2026. Mereka tiba di pelabuhan Jayapura, dan melanjutkan perjalanan mengunjungi Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih Jayapura, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kampung Yobeh. Kedatangan para turis asing di Yobeh disambut dengan tari-tarian adat.
Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia Papua Nicky Simson Mehue mengatakan jumlah wisatawan yang mengunjungi Yobeh sekira 200 orang. Ini merupakan agenda global pariwisata dunia, dan kita bersyukur Kampung Yobeh menjadi bagian untuk dikunjungi,” ujar Nicky di sela-sela kesibukannya memandu turis.

Para wisatawan asing yang mengunjungi Yobeh berasal dari Perancis, Rusia, Spanyol, Amerika, dan sebagian dari Asia. Kunjungan turis asing ke Yobeh sudah dimulai pada Juli hingga Oktober 2026. Sudah empat kali kunjungan, dan jika ditotalkan bisa mencapai seribuan orang.
“Kunjungan wisatawan ke Yobeh sangat berdampak bagi usaha masyarakat di kampung. Kami juga mengapresiasi dukungan kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Papua,” ujar Nicky.
Penggerak Komunitas Budaya Yobeh, Billy Tokoro, mengatakan Kampung Yobeh bukan baru pertama menerima tamu manca negara. Kesiapan masyarakat terjadi secara alami karena aktivitas dan usaha warga sudah berjalan sehari-hari. Dukungan dari luar berupa publikasi dan sosialisasi rutin tentang potensi Kampung Yobeh dikelola oleh Komunitas Fotografer, jurnalis, dan konten kreator. Selebihnya adalah upaya masyarakat sendiri.
Wisatawan manca negara berkesan dengan hal-hal baru yang mereka jumpai. Kuliner seperti sagu bakar dan ulat sagu, serta aksesori budaya seperti kalung, gelang batu, kapak batu, dan kerajinan tangan lain menjadi daya tarik. Agenda pariwisata global dengan kapal pesiar akan terus berjalan.
“Sangat disayangkan, jika kita tidak memanfaatkan peluang seperti ini untuk menghadirkan para turis ke tempat kita. Sebagian besar turis belanja kuliner, kerajinan tangan, dan benda-benda budaya lainnya. Mereka belanja pakai uang dolar dan langsung masyarakat sendiri yang terima,” ujar Billy.
Para turis mengunjungi Kampung Yobeh selama tiga setengah jam, mulai dari pukul 14.30 siang hingga pukul 16.30 sore. Setelah itu, mereka kembali ke pelabuhan Jayapura untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi wisata lain.(*
