Laga babak final playoff liga 2 antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa Banten hanya menimbulkan kerugian. Sejumlah kendaraan roda dua dan empat milik penonton dan aparat kepolisian dibakar massa. Berbagai fasilitas Stadion Lukas Enembe pun dirusak dan dibakar penonton yang bertindak brutal.

suaraperempuanpapua.com – LAGA babak final playoff liga 2 musim 2025/2026 berlangsung di Stadion Lukas Enembe Kampung Harapan Sentani, Jayapura, Jumat 8 Mei 2026. Ribuan penonton dan pendukung datang dari berbagai wilayah di Jayapura, Keerom, Sarmi dan lainnya memadati Stadion Papua Bangkit.
Selain penonton dan pendukung, puluhan pedagang yang mayoritas ibu–ibu rumah tangga juga memenuhi areal stadion menjajakan berbagai dagangan mereka, yang siap saji.
Kendaraan roda dua dan empat serta manusia membludak tidak hanya di dalam stadion, tetapi juga di luar stadion. Antrean kendaraan parkir memanjang di sepanjang Jalan Raya Abepura–Sentani sejauh sekira lebih dari satu kilometer.
Kepadatan ini bisa dimaklumi, karena bukan laga babak penyisihan, tapi babak final playoff. Babak penentu siapa yang menang dan berhak tampil di liga 1 musim 2026/2027.
Semua yang datang hanya satu tekad. Tim kesayangan mereka harus menang dan menjadi peserta liga 1 musim depan. Harapan dan tekad itu tergambar dalam teriakan yel–yel penonton di tribun timur, barat, utara dan Selatan. Juga terlihat dalam tulisan di spanduk yang dipasang di dalam stadion.
“Kita harus menang menuju liga 1,” itulah yel–yel pendukung Persipura. Mereka juga menghibur penonton dan pemain dengan bernyanyi, musik dan menari sepanjang pertandingan.

Memasukki paroh pertandingan babak pertama, Adhyaksa FC Banten cetak 1 gol. Posisi Persipura tetap nol hingga pluit panjang berbunyi. Kegirangan menyanyi, musik dan menari pun berubah menjadi amarah. Penonton lari berhamburan dari tribun dan luar masuk ke dalam lapangan pertandingan. Ricuh. Sepasukan aparat kepolisian menggunakan tameng segera masuk ke lapangan pertandingan dan menyelamatkan pemain kedua tim, wasit dan ofisial ke tempat yang lebih aman.
Kemarahan massa tidak hanya diluapkan di dalam stadion, tapi juga diluar stadion. Mereka merusak, memecahkan kaca–kaca pintu dan dinding menggunakan kayu balok, batu, besi sepotong dan membakar mobil, motor, dan ban bekas di pintu pagar utama keluar stadion. Hasil dari kebrutalan massa yang tidak terima dengan kekalahan Persipura itu menimbulkan kerugian materi yang belum ditaksir.
Kepolisian Daerah Papua merilis kerusakan hingga jumlah korban di Stadion Lukas Enembe mencapai 11 personil aparat terluka, sebanyak 25 mobil dibakar, 9 unit motor roda dua dibakar dan 27 motor dilaporkan hilang di Stadion Lukas Enembe.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua, Komisaris Besar Polisi Cahyo Sukarnito menggambarkan situasi memanas di area stadion hingga merembet ke pengrusakan fasilitas publik. Polisi menyebut ada 11 personil aparat keamanan terluka, termasuk Kapolres Jayapura dan seorang perwira yang akhirnya mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
“Rata-rata anggota mengalami luka akibat lemparan batu. Salah satunya Ipda Arjuna yang mengalami luka serius di bagian kepala dan Pak Kapolres Jayapura juga ikut terluka,” kata Cahyo, Sabtu, 9 Mei.

Dampak amuk massa menyasar ke aset milik kepolisian maupun warga sipil. Tim Polda Papua masih terus melakukan pendataan dan koordinasi terkait total kerugian materiil. Beberapa kerusakan yang terjadi yang dirinci polisi sebagai berikut:
- Kendaraan roda empat yang dibakar dan mengalami rusak berat sebanyak 25 unit. Kendaraan roda empat ini termasuk kendaraan operasional kepolisian dari Lantas dan ambulans milik Brimob Polda Papua.
- Sebanyak 3 unit truk polisi dibakar massa.
- Sebanyak 27 motor dilaporkan hilang dari lokasi parkir serta 9 unit motor dibakar di Stadion Lukas Enembe.
Kerusakan gedung stadion juga terjadi. Sejumlah kaca di 4 titik lokasi, di antaranya di area Aquatic dan ruang video control stadion.
Hingga Minggu 10 Mei belum ada laporan dari Polres Jayapura terkait adanya penjarahan di lokasi kejadian. “Kami pastikan akan ada penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindak pidana saat terjadi kericuhan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tervalidasi,” ujar Kombes Polisi Cahyo Sukarnito.
Dari hasil penyelidikan aparat, Polda Papua berhasil mengamankan 14 orang terkait kerusuhan di kompleks Stadion Lukas Enembe, Jumat 8 Mei. Mereka masih menjalani pemeriksaan secara maraton. “Belum diketahui secara detail apa peran masing-masing dari 14 orang yang diamankan polisi”, ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito saat dihubungi wartawa, Sabtu 9 Mei 2026.
Paskalis Keagop
