KAMI LARANG ORANG LUAR KUBUR DI KAMPUNG HARAPAN

Ondofolo Sentani Timur Kampung Harapan bersama Forum Komunikasi dan Pemerhati Masyarakat Adat Hedam serta para Kepala Suku telah mengadakan rapat dan sepakat akan melarang orang luar untuk tidak kubur di Kuburan Eva Kampung Harapan di Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Kesepakatan itu akan mulai berlaku pada lokasi kuburan baru. Hanya orang yang datang hidup bekerja di jaman Kota Nica saja yang akan dikubur di lokasi kuburan baru nanti.

Ondofolo HDK Sentani Timur, Jansen Frits Ohee bersama Abhu Afaa Josaphat AR. Ohee dan Hesron Ohee memimpin rapat di Obhe Kampung Harapan Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Suara Perempuan Papua.

suaraperempuanpapua.com –  “KITA duduk rapat hari ini, kita mau bicara tentang kita mau kemana setelah hidup di dunia ini. Kita tidak bicara agenda lain. Maka apa yang telah ditulis dalam undangan itu, kita langsung sepakat saja,” ujar Abhu Afaa Josaphat AR. Ohee membuka rapat di Obhe Sentani Timur, Jumat 16 Oktober 2026.

Kuburan Kampung Harapan di Kampung Nolokla Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura bernama Kuburan Eva, tapi semua orang tidak tahu nama dan biasa menyebut Kuburan Harapan. Tanah Lokasi Kuburan Eva itu milik Marga Ohee, dibuka pada 1974 dan hanya khusus untuk orang Asei, bukan untuk semua orang di Jayapura. Karena setiap wilayah di Jayapura punya kuburan masing-masing.

Di waktu lalu, orang Asei selalu pakai kuburan di pulau dan sampai hari ini masih pakai dan tidak pernah pakai kuburan di tanah besar. “Tapi kami lihat, lokasi Kuburan Eva sudah sangat sesak dan harus cari lokasi baru. Itu saja agenda rapat kami hari ini. Jika ada lokasi kuburan baru, akan ditentukan siapa yang akan dikubur di sini dan siapa yang tidak boleh dikubur di sini.  Ketentuan itu dan aturan penggunaan lokasi kuburan baru akan diatur kemudian,” ujar Abhu Afaa Josaphat AR. Ohee membuka pembicaraan.

Seorang peserta rapat menyampaikan pandangannya tentang pembukaan Lokasi kuburan baru Kampung Harapan di Obhe Kampung Harapan Distrik Sentani Timur. Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Suara Perempuan Papua.

“Untuk menyerahkan lokasi baru ini, harus ada kerelaan dari pemilik tanah sebagai persembahan untuk dijadikan lokasi kuburan. Anak–anak dari Kompleks Peternakan, Kompleks Pertanian, yang dulu kerja dari jaman Kota Nica, dan orang Asei atau orang asli Kampung Harapan saja yang boleh gunakan lokasi kuburan baru nanti. Orang luar tidak bisa!” tambah Hesron Ohee.

Melihat aktivitas pemakaman di Kuburan Eva Kampung Harapan, setiap hari ada saja dua sampai lima orang dari luar dibawa kubur di Kampung Harapan. Ada yang dari Doyo, Sentani, Waena, Abe, Kotaraja, Entrop, Polimak, sampai Base G dan Pasir 2 Jayapura.

“Padahal, setiap wilayah itu mereka punya kuburan ada. Orang Harapan tidak pernah bawa kubur di Doyo, Abe, Hamadi atau di Pasir 2. Kenapa semua orang bawa kubur di Kampung Harapan?” tanya seorang peserta rapat dengan nada emosi. “Sekarang kami tegas tolak orang luar bawa kubur di sini. Termasuk orang luar yang datang hidup di Kampung Harapan. Kami tolak,” tegasnya dalam rapat di Obhe Kampung Harapan, Jumat 16 Oktober.

Kondisi Kuburan Eva Kampung Harapan yang sesak, kumuh, ambural dan tidak tertib, yang perlu dicari lokasi kuburan baru yang harus ditata lebih baik dan tertib. Gambar diambil oleh Suara Perempuan Papua pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Usai rapat di Obhe dilanjutkan dengan survei lokasi kuburan baru, dan telah disepakati akan dibuka lokasi pertama seluas satu hektar dilengkapi jalan masuk dan jalan keluar, dan perluasan lokasi kuburan akan diatur kemudian.

Sementara biaya pembayaran tanah lokasi kuburan baru Harapan disepakati akan ditanggung oleh tiga pemerintahan kampung, yaitu Pemerintah Kampung Nolokla, Pemerintah Kampung Asei Besar dan Pemerintah Kampung Asei Kecil.

Walaupun kampung kecil, Pemerintah Kampung Asei Kecil langsung menyerahkan dana sebesar 25 juta rupiah untuk membayar tanah lokasi kuburan baru Harapan.

Usai rapat di Obhe, Ondofolo HDK Sentani Timur, Jansen Frits Ohee memimpin peserta rapat tinjau Lokasi baru kuburan Eva Harapan di Sentani Timur. Jumat, 16 Oktober 2026. Foto: Suara Perempuan Papua.

Di dunia ini ada kelahiran dan kematian. Lahir di rumah sakit dengan fasilitas mewah berharga mahal triliyunan rupiah. Dan dikubur di kuburan kumuh, amburadul dan tak sedap dipandang mata. Orang mati dibuang bagai sampah.

Setiap hari pemerintah sibuk habiskan triliyunan rupiah membangun rumah sakit mewah untuk kelahiran baru. Tapi pemerintah tidak pernah sibuk alokasikan dana satu sen untuk pembangunan dan penataan tempat pemakaman mewah dan teratur untuk orang mati. Orang mati dianggap sampah.

Rapat di Obhe Kampung Harapan Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura pada 16 Oktober 2026 dihadiri 41 orang, dipimpin langsung oleh Ondofolo HDK Sentani Timur, Jansen Frits Ohee, dan dipandu oleh Abhu Afaa Josaphat AR. Ohee dan Hesron Ohee.(*