MISA PERDANA PANGGILAN IMAM

“Pentinya membagi kasih kepada sesama dimulai dari dalam keluarga. Kasih tidak hanya diucapkan di mulut, tetapi harus nyata dalam kehidupan sehari–hari. Hari ini kita hadir merayakan kasih Allah yang nyata dalam hidup kita melalui panggilan iman menjadi imam,” ujar Pastor RP. Agustinus Nicolaus Yokit MSC dalam kotbah misa perdananya di Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Kampung Baru Merauke.

Pastor RP. Agustinus Nicolaus Yokit MSC dan Pastor RP. Yohanis Ngaga Mbira Lando MSC, mempersembahkan misa perdana di Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Kampung Baru Merauke. Selasa, 17 Februari 2026. Foto: Paskalis Keagop/suaraperempuanpapua.com

suaraperempuanpapua.com – PASTOR RP. Agustinus Nicolaus Yokit MSC dan Pastor RP. Yohanis Ngaga Mbira Lando MSC., memimpin misa perdana di Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Kampung Baru Merauke, pada 17 Februari 2026 lalu. Ratusan umat Katolik di Merauke dan para undangan menghadiri misa perdana itu.

Pada awal tahun ini, 31 Januari 2026, Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Nicolaus Mandagi MSC menahbiskan tiga imam baru di Gereja Katedral Santo Fransiskus Xaverius Merauke. Mereka yang baru ditahbis menjadi imam adalah Pastor RP. Agustinus Nicolaus Yokit MSC., Pastor RD. Gergorius Helyanan dan Pastor RP. Yohanis Ngaga Mbira Lando MSC.

Ketiga imam itu ditahbiskan dengan moto hidup masing–masing. Agustinus Nicolaus Yokit menggunakan moto “Aku adalah Kasih” (1Yohanes 4:8). Moto hidup Gergorius Helyanan “Katakanlah Tuhan memerlukannya” (Mat 21:3), serta Yohanis Ngaga Mbira Lando memiliki moto “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13).

Sebelum ditahbiskan menjadi imam, Agustinus Nicolaus Yokit dan Yohanis Ngaga Mbira Lando bertugas sebagai frater di luar negeri. Agus bertugas selama lima bulan di Kuba, dan John bertugas di Ekuador.

Keduanya pulang dari negara masing–masing untuk ditahbiskan menjadi imam. Setelah ditahbiskan menjadi imam, Agus, Gergorius dan Yohanis memimpin misa perdana di Mindiptana, Tanah Merah pada 6 Februari, Asiki, Ulilin dan di Kampung Baru Merauke pada Selasa 17 Februari 2026. Ratusan umat memenuhi Gereja Katolik Kristus Hidup Paroki Sang Penebus Kampung Baru Merauke.

Pastor RP. Agustinus Nicolaus Yokit MSC, lahir tahun 1995 di Mindiptana, dari pasangan ayah, Aloysius Bumarop dari Muyu dan ibu Yuliana Kotainon dari Mandobo.

Pastor RP. Agustinus Nicolaus Yokit MSC dan Pastor RP. Yohanis Ngaga Mbira Lando MSC, diiringi tarian adat Suku Wambon dari Kampung Baru menuju Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Kampung Baru Merauke untuk memimpin misa perdana di Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Kampung Baru Merauke. Selasa, 17 Februari 2026. Foto: Paskalis Keagop/suaraperempuanpapua.com

Misa perdana panggilan iman di Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Kampung Baru, dipimpin berdua oleh Pastor RP Agustinus Nicolaus Yokit MSC, dan Pastor RP Yohanis Ngaga Mbira Lando MSC, didampingi enam pastor senior, diantaranya Pastor Yohanis Kandam PR, Pastor Kaitanus Tarong MSC, Pastor Hendrikus Kariwop MSC, Pastor Paroki Sang Penebus Kampung Baru, Pastor Paroki Fatimah Kelapa Lima serta imam senior lainnya.

Dalam kotbahnya, Pastor Agustinus N. Yokit MSC menekankan pentingnya membagi kasih kepada sesama dimulai dari dalam keluarga. Kasih tidak hanya diucapkan di mulut, tetapi harus nyata dalam kehidupan sehari–hari. “Hari ini kita hadir merayakan kasih Allah yang nyata dalam hidup kita melalui panggilan menjadi imam. Ini bukan misa perdana Agus Yokit menjadi Imam. Tetapi ini adalah misa ucapan syukur atas panggilan Allah kepada kita menjadi murid Kristus.”

Pastor Agus Yokit memperkenalkan bahwa, ayahnya berasal dari Muyu dan ibu berasal dari Mnadobo. Saya bangga dari Muman lahir menjadi Imam. Saya ucapkan syukur dan berterima kasih kepada Tuhan, karena telah menggerakkan Roh Kudus untuk menggerakkan semua orang untuk memberi sumbangan apa yang mereka punya untuk merayakan misa syukur panggilan iman ini dengan penuh meriah.

“Perayaan ini dilaksanakan dalam kerangka panggilan iman bagi generasi muda untuk menjadi imam. Saya harap setelah perayaan ini, ada adik–adik generasi muda Papua Selatan untuk mengikuti panggilan iman mengikuti jejak saya. Saya senang, karena menjadi salah satu imam pribumi Papua yang bertugas di luar negeri. Semoga ada adik–adik yang mengikuti jejak saya menjadi imam bertugas di luar negeri”, harap Pastor RP Agustinus Nicolaus Yokit MSC, usai misa perdana di Gereja Katolik Sang Penebus Kampung Baru, pada Selasa 17 Februari 2026 lalu.

Umat Katolik yang memenuhi Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Kampung Baru Merauke mengikuti misa perdana Pastor RP. Agustinus Nicolaus Yokit MSC dan Pastor RP. Yohanis Ngaga Mbira Lando MSC, pada Selasa, 17 Februari 2026. Foto: Paskalis Keagop/suaraperempuanpapua.com

Di akhir misa, masing–masing memperkenalkan diri dan menyampaikan pengalaman bertugas di tempat tugasnya masing–masing.

Frater Agustinus Nicolaus Yokit MSC selama lima bulan bertugas di Kuba. Kuba adalah sebuah negara komunis yang terletak di Amerika Utara. Seluruh kehidupan warga negara diawasi penuh oleh kekuasaan negara dengan aturan yang sangat ketat. Kehidupannya serba terbatas. Semua milik pemerintah, tidak ada milik pribadi dan keluarga. Kalau mau buat apa–apa harus atas persetujuan pemerintah.

“Hasil usaha misalnya, harus dibagi dua, 70 persen untuk pemerintah dan 30 persen untuk kita. Di sana tidak ada kasih. Kasih hanya ada di dalam Gereja Katolik. Gereja Katolik yang membagikan kasih kepada umat. Kehidupan tidak sebebas di Indonesia”.

Frater Yohanis Ngaga Mbira Lando MSC. Lahir di Ulilin–Muting pada 1996 dari ayah asal Nusa Tenggara Timur dan ibu asal Yogyakarta, Jawa Tengah. Dia bertugas di Ekuador. Negara Ekuador terletak di bagian barat Amerika Selatan, yang dikenal dengan suhu sangat terendah di muka bumi. Setelah ketiganya ditahbis menjadi imam, keduanya, Agus Yokit dan John Lando pulang ke negaranya masing–masing.

Paskalis Keagop