Pastor Anthonius Bartolomeus Maria Tromp, OSA. Pembawa Cahaya Pendidikan Vogelkoop di wilayah Kepala Burung Tanah Papua. Kumpulan Catatan Orang-orang Terdekat. Inilah buku mengenai Pastor Tromp yang ditulis oleh seorang Jurnalis Kompas, Roberthus Yewen.
suaraperempuanpapua.com – SELAMA pengabdian dan pelayanan pastoralnya di wilayah Sorong–Manokwari, Papua, Pastor Anthonius Bartolomeus Maria Tromp, OSA, dianggap sebagai sang misionaris sejati yang tulus mencintai Papua dan masyarakatnya. Ia rela meninggalkan negara asalnya, Belanda dan memilih menjadi warga negara Indonesia pada 1995. Namun ribuan masyarakat dan umat di Tanah Papua tak pernah menyangka bahwa suatu saat mereka akan berpisah untuk selama-lamanya dengan sang misionaris sejati, Anthon Tromp.

“Jika terjadi sesuatu pada saya, maka di dalam tubuh saya ada pen, baut (besi) dan gigi yang mahal. Ambil untuk dijual, yang penting bisa untuk beli makanan buat anak-anak asrama”.
Itulah pesan tulus yang pernah Pastor Anthon Tromp ungkapkan kepada anak-anak didiknya di asrama, jika suatu kelak dia tidak ada dan asrama kesulitan bahan makanan.
Pastor Anthonius Bartolomeus Maria Tromp telah pergi. Ia telah meninggalkan sejuta kenangan manis yang takkan pernah dilupakan orang. Meskipun kini raganya telah tiada dan telah kembali kepada Sang Pencipta. Namun jasa-jasanya akan selalu dikenang oleh anak-anak didiknya dan anak cucu mereka yang ada di Tanah Papua.
Buah tangannya dalam menghasilkan sekolah berpola asrama akan menjadi tempat bagi anak-anak Papua untuk meraih cita-cita dan masa depannya.
Alfonsa wayap
