“GKI di Tanah Papua memiliki harta yang banyak, yang seharusnya mendatangkan damai sejahtera”, kata Alberth Yoku.

suaraperempuanpapua.com – SISTEM pengumpulan derma dalam gereja dengan semangat kebersamaan, telah memberi hasil. Itu terjadi sejak disepakati memasuki masa sentralisasi jaminan hidup, yang mengantarkan GKI pada pemahaman bahwa gereja ini besar dan memiliki harta yang banyak yang seharusnya mendatangkan kesejahteraan bagi warganya secara khusus bagi pegawainya.
Kini, dapat disaksikan bahwa dengan sistem sentralisasi jaminan hidup menunjukkan kemajuan yang signifikan bahwa GKI Di Tanah Papua dapat menikmati kasih karunia Allah sebagai hasil dari Menata Rumah Besar dan Menata GKI Di Tanah Papua.
Pengumpulan harta dalam Rumah Besar GKI Di Tanah Papua, menunjukkan kenaikkan yang cukup signifikan hingga menembus angka 300 – 800 persen. “Ini sebagai bukti kecintaan umat terhadap persekutuan dalam gereja ini demikian mendalam”, ujar Ketua Sinode GKI Di Tanah Papua, Pdt Alberth Yoku.
Menurutnya, jika umat sudah menunjukkan sikap seperti itu, maka para pemimpin harus mengaturnya dengan benar. Para pelayan atau petugas gereja harus melakukan tugas pelayanannya secara bertanggungjawab, akuntabel, dan takut akan Tuhan.
GKI di masa kepemimpinan Pendeta Alberth Yoku sedang melakukan penataan dalam segala aspek. Sehingga mulai terlihat perubahan secara signifikan. Perubahan pertama yang dilakukannya adalah sentralisasi jaminan hidup. Hal ini sangat terasa sekali, sehingga pekerja dalam GKI yang dulu tidak menerima gaji sesuai standar, sekarang sudah bisa menikmati pembayaran gaji secara penuh sesuai dengan masa kerja, kepangkatan dan golongan.

Penataan selanjutnya adalah menata harta benda yang menjadi perbendaharaan gereja. GKI Di Tanah Papua memiliki aset yang tersebar di mana-mana. Banyak tanah-tanah gereja yang belum dimanfaatkan, dibiarkan sampai tampak tak bertuan. Dalam kaitannya dengan pengembangan ekonomi gereja, maka semua aset dalam GKI sedang diinventaris untuk dapat diketahui secara pasti keberadaannya agar dikelola untuk meningkatkan perekonomian gereja.
Terkait dengan pengembangan ekonomi tersebut, maka GKI sedang menjalin kemitraan dengan pengusaha-pengusaha Kristen di Indonesia untuk mengembangkan potensi ekonomi, baik dalam skala makro maupun dalam skala mikro.
Untuk kerjasama dalam skala makro, maka GKI Di Tanah Papua menjalin kerjasama dengan PT. Lippo Group, Tbk, sedangkan untuk kerjasama dalam skala mikro, maka GKI Di Tanah Papua menjalin kerjasama dengan PT.MNC Group.
Kerjasama untuk memajukan sektor makro GKI bersama PT. Lippo Group, Tbk. akan membangun dalam konsep 3 in 1 (three in one). Artinya sekali jalan akan dibangun rumah sakit, hotel berbintang lima dan mall. Lokasi bekas Kantor GKI Klasis Jayapura akan dibangun rumah sakit “Siloam” yang dipadukan dengan pembangunan hotel berbintang dan pusat perbelanjaan (mall) dengan logo GKI dan ditangani manajemennya secara kolaboratif antara GKI Di Tanah Papua bersama PT. Lippo Group, Tbk.
Kerjasama ini akan melibatkan pemerintah Kota Jayapura, sehingga ada manfaat bagi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Jayapura. Konsep yang sama pula akan dibangun di Kabupaten Jayapura, di lokasi Puspenka, Hawai, Sentani. Disesuaikan dengan masterplan yang disepakati bersama, bahkan di salah satu sudut Puspenka akan dibangun GKI Convention Centre yang mampu menampung ribuan orang dalam sebuah even berskala besar.

Sedangkan MNC Group akan memfasilitasi petani dan nelayan warga GKI, sehingga mereka pun mampu untuk memberdayakan potensi dirinya. MNC group juga akan menyiapkan alat-alat produksi untuk mendukung pengelolaan sumberdaya alam dan semua informasi yang terkait dengan kerjasama ini selanjutnya akan disiarkan melalui GKI TV dengan durasi waktu satu jam siaran dengan kemudahan menggunakan satelit milik MNC.
Tentu saja semua ini dapat dilakukan berkat kerjasama yang telah dibangun pada pertemuan Pimpinan GKI di Tanah Papua bersama CEO MNC Group Harry Tanoesoedibdjo pada 28 Januari – 1 Februari 2016 di Kantor Pusat MNC Group di Jakarta.
Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pendeta Alberth Yoku mengatakan kerjasama Lippo Group dan MNC Group merupakan upaya untuk membangun standing GKI di bidang ekonomi dan moneter dalam menghadapi globalisasi lima, 10, 50, bahkan 100 tahun ke depan. Secara bertahap dalam kurun waktu itu GKI siap menghadapi masa depan dengan memaksimalkan potensi ekonominya.
“Inilah yang saya sebut dengan mukjizat dan tanda heran itu dan semua yang kita lakukan adalah bagian yang tak terpisahkan dari upaya Membangun dan Menata Rumah Besar GKI Di Tanah Papua”, ujarnya saat ditemui tabloid Suara Perempuan Papua, Rabu 15 Februari lalu di pinggiran Danau Sentani.
Gabriel Maniagasi
