Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama

Parade Paskibra Kabupaten Jayapura pada pencanangan ona integritas kerukunan 28 Mei 2016

Parade Paskibra Kabupaten Jayapura pada pencanangan ona integritas kerukunan 28 Mei 2016

Pemerintah Kabupaten Jayapura mencanangkan Zona Integritas Kerukunan Hidup Umat Beragama. Pencanangan ini merupakan yang pertama dalam sejarah kehidupan beragama di Indonesia.

PENCANANGAN zona integritas kerukunan hidup umat beragama bertujuan melindungi nilai-nilai agama, adat, dan budaya yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang ada agar tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Jayapura. Nilai-nilai kerukunan di antara masyarakat, antara kelompok masyarakat, dan antara masyarakat dan pemerintah adalah pengejawantahan dan kebhinnekaan tunggal ika yang mewujudkan nilai dalam “Kenambai Umbai” yang berarti Satu Utuh Ceria Berkarya Meraih Kejayaan.

Dalam pemahaman kerukunan seiring semangat etika global, termasuk di dalamnya pilar kedamaian yang dilandasi kebenaran berdasarkan kebenaran Tuhan, menghargai martabat setiap orang, keadilan dan penghormatan hak azasi manusia, kesungguhan dan keikhlasan hati, kasih antara manusia tanpa diskriminasi, kebebasan yang bertanggungjawab dan doa yang tulus kepada Tuhan Yang Mahaesa.

Karena itu, seluruh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Jayapura dan penduduk lain yang datang ke wilayah Kabupaten Jayapura wajib menghormati dan melaksanakan integritas kerukunan ini.

Pastor Paroki Sang Penebus Sentani Hendrikus Nahak OFM

Pastor Paroki Sang Penebus Sentani Hendrikus Nahak OFM

Pencanangan Zona Integritas Kerukunan Hidup Umat Beragama oleh pemerintah Kabupaten Jayapura dilaksanakan di Stadion Barnabas Youwe Sentani pada Sabtu, 28 Mei dihadiri Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Zona integritas kerukunan hidup beragama merupakan peristiwa yang sangat penting dan bersejarah, karena baru pertama kali terjadi di Indonesia. Pencanangan zona integritas kerukunan merupakan kebijakan negara untuk bagaimana bisa mampu mewujudkan kerukunan antarumat beragama, antarsuku, antargolongan, antarwarga Indonesia, tapi hingga kini sulit diwujudkan.

Karena itu, mulai hari Sabtu 28 Mei 2016, setiap orang di Papua dan khusus di Kabupaten Jayapura telah mendeklarasikan diri untuk senantiasa konsisten dan keteguhan hati yang tinggi, nilai-nilai luhur dan keyakinan untuk mewujudkan kerukunan.

“Saya sangat berharap bahwa apa yang dilakukan oleh segenap warga Papua pada hari ini akan dicatat dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia. Karena ini merupakan modal kerukunan hidup umat beragama yang terus kita cita-citakan bersama”, ujar Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin.

Perbedaan keyakinan, perbedaan agama, perbedaan indeologi tidak dapat membendung kita senantiasa hidup rukun, damai dan berdampingan. Sejarah telah mencatat bagaimana sesungguhnya realitas bangsa Indonesia yang dibangun dalam keberagaman justru menjadi pondasi yang kokoh bagi eksistensi di dalam negara Republik Indonesia. “Ini langkah penting dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda dalam kesatuan tetapi bersatu dalam keberagaman”, ucap Lukman Saifuddin di Stadion Barnabas Youwe Sentani.

Pemerintah pusat sangat mengapresiasi Kabupaten Jayapura dan seluruh masyarakat Papua dalam mendukung terciptanya rasa aman dan tentram di Provinsi Papua. Telah memiliki komitmen yang sangat kuat bagaimana integritas kerukunan ini betul-betul bisa diamalkan dan bukan hanya sekedar komitmen semata. Mengapa zona integritas begitu penting? karena ini merupakan yang pertama kali di Indonesia yang baru dilakukan di sebuah kabupaten di Papua. “Mudah-mudahan ini menjadi contoh bagi kabupaten dan kota yang lain untuk ditiru”, harap Lukman.

Ketua Bappeda Provinsi Papua, Moh. Abud Musa’ad menilai pencanangan zona integritas merupakan peristiwa monumental yang dilakukan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw. Ini dapat dicatat sebagai bagian yang tidak dapat dilupakan. Karena dalam sejarah pelaksanaan MTQ dirangkaikan dengan Pesparawi. “Menurut saya, ini tidak pernah terjadi di Provinsi Papua maupun di provinsi lain di Indonesia, dan bahkan di dunia”.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam sambutan pencanangan zona integritas mengatakan kerukunan itu begitu penting untuk bagaimana menghargai kemanusiaan yang dimulai dari berbagai keberagaman umat manusia di Kabupaten Jayapura dan secara umum di Provinsi Papua. Ini merupakan langkah dan modal awal dalam merubah Kabupaten Jayapura ke arah yang lebih baik lagi.

Pencanangan zona integritas kerukunan ini merupakan upaya untuk merangkul siapa saja yang datang hidup bersama di Kabupaten Jayapura, kita melihat bahwa manusia sebagai ciptaan yang luar biasa dari Tuhan pencipta langit dan bumi. Tuhan yang kita kenal juga di dalam Tuhan kita Yesus Kristus. Dia mengatakan bahwa ketika Allah menciptakan manusia di Taman Firdaus, dan semua yang Dia ciptakan itu semuanya baik adanya. Manusia segambar dengan Allah sendiri.

“Oleh karena itu, Tidak ada di antara kita yang bisa mempersoalkan hal itu, dan tidak ada yang berhak untuk membeda-bedakannya. Karena Tuhan ketika menciptakan mengatakan bahwa manusia ini adalah segambar dengan Dia dan bermartabat di atas segala ciptaan yang ada”, ujar Bupati Jayapura Mathius Awoitauw.

Pada acara pembukaan pencanganan zona integritas kerukunan umat beragama itu dihadiri Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Ketua Bappeda Papua Moh. Abud Musa’ad, para pimpinan lembaga keagamaan, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, ketua-ketua Forum Kerukunan Umat Beragama, peserta MTQ, peserta Pesparawi, pimpinan instansi pemerintah, TNI, Polri, siswa SD hingga SLTA, para jurnalis lokal dan nasional serta masyarakat memadati Stadion Barnabas Youwe Sentani menyaksikan berbagai atraksi budaya yang ditampilkan pada acara Pencanangan Zona Integritas Kerukunan Hidup Umat Beragama sekaligus pembukaan MTQ ke-26 tingkat Provinsi Papua dan Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura, yang ditandai dengan pemukulan tifa bersama Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin.

Indonesia dikenal sangat pluralis. Beragam aliran kepercayaan, suku, budaya, agama, bahasa, warna kulit, rambut yang bersemboyan Bhinneka Tunggal Ika. Tapi hidup belum rukun. Pencanangan zona integritas kerukunan hidup beragama merupakan secerca harapan yang dimulai dari Negeri matahari terbit untuk Indonesia yang aman dan damai. Paskalis Keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *