Visi Yalimo Mandiri dan Sejahtera

Visi Yalimo lima tahun mendatang adalah mandiri, berdaya Saing dan Sejahtera.

USIA Yalimo menjadi kabupaten baru delapan tahun sejak 11 Juni 2008 hingga 2016. Ini usia yang masih sangat muda. Sehingga pembangunan yang dilaksanakan selama delapan tahun itu tidak bisa mewujudkan tujuan pemekaran Yalimo dimekarkan menjadi kabupaten. Pembangunan masih harus dilaksanakan terus secara bertahap sampai batas waktu yang tidak terbatas.

Walau usianya masih sangat muda, pembangunan yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Bupati Yalimo, Er Dabi sudah mulai ada sedikit perubahan. Yaitu dengan adanya beberapa ruas jalan utama yang menghubungkan ke sentra-sentra permukiman penduduk sudah mulai dibuka. Lembaga-lembaga pendidikan formal mulai dari sekolah dasar sampai sekolah lanjutan tingkat atas sudah banyak yang dibuka. Banyak orang Yalimo yang bisa sekolah ke berbagai jenjang di dalam negeri maupun di luar negeri dengan biaya pemerintah Kabupaten Yalimo. Masyarakat Yalimo sudah bisa punya uang untuk membiayai berbagai kebutuhan hidupnya sehari-hari. Bidang kesehatan juga mulai membaik.

Namun apa yang sudah dibangun oleh pemerintah daerah pada periode delapan tahun lalu itu belum bisa dikatakan sudah cukup. Karena apa yang sudah dan akan dilakukan pada periode lalu itu belum apa-apa dan baru merupakan peletakan dasar untuk membangun Yalimo yang benar-benar mandiri, berdaya saing dan sejahtera.

Karena itu, untuk membangun Yalimo yang berkelanjutan ke depan, maka pasangan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo periode 2016 – 2021, Er Dabi dan Lakius Peyon telah menetapkan visi dan misi, yaitu mandiri, berdaya saing dan sejahtera. Maka, Yalimo harus dalam kondisi aman, tertib dan tentram.

Mandiri. untuk mencapai Kabupaten Yalimo yang mandiri, maka pemerintah dan masyarakat harus kerja keras guna menata pemerintahan dalam kerangka mencapai masa depan yang lebih baik. Kemandirian merupakan cita-cita luhur yang harus dicapai dalam jangka panjang. Berdaya saing. adalah upaya untuk menumbuhkan dan menciptakan kemampuan intelektual, kapasitas individu, kelompok dan organisasi sehingga mampu berdiri dengan kekuatan diri sendiri agar mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Papua maupun di Indonesia.

Sejahtera. adalah tujuan Yalimo dimekarkan menjadi kabupaten yang akan dilakukan melalui pembangunan oleh pemerintah dan seluruh masyarakat Yalimo. Kesejahteraan tidak datang sendiri, tapi itu harus diperjuangkan dengan kerja keras untuk mencapainya.

Untuk mencapai visi Yalimo yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera dapat dilakukan melalui 10 misi utama, yaitu: 1) Tata kelola pemerintahan daerah. 2) Pelayanan publik. 3) Penghormatan terhadap masyarakat adat. 4) Lingkungan hidup. 5) Keamanan dan ketertiban masyarakat. 6) Pendidikan dasar dan menengah. 7) Kesehatan. 8) Ekonomi kerakyatan. 9) Keagamaan. 10) Partisipasi perempuan dalam segala aspek pembangunan.

Untuk mewujudkan 8 misi utama tersebut maka akan dilakukan melalui delapan program strategis, yaitu, Satu: Pembangunan infrastruktur dasar. Untuk mendorong percepatan akses pembangunan di Kabupaten Yalimo, maka pembangunan infrastruktur akan dilakukan melalui 4 program, yaitu:

  • Pembangun jalan-jalan dan jembatan untuk memperlancar akses perhubungan antara ibukota kabupaten dan seluruh distrik dan Kampung.
  • Pembangunan lapangan terbang dan pelabuhan sungai untuk memperlancar distribusi barang dan jasa.
  • Pembangunan Instalasi air bersih untuk menyediakan air bersih bagi seluruh rakyat Yalimo.
  • Pembangunan Pembangkit Listrik untuk penerangan seluruh masyarakat.

Dua: Pendidikan dan keterampilan. Untuk mewujudkan sumberdaya manusia Yalimo yang berkualitas dan berdaya saing, maka akan dilakukan melalui 9 program, yaitu:

  • Peningkatan fasilitas pendidikan.
  • Penambahan guru-guru.
  • Meningkatkan kualitas dan kapasitas guru.
  • Peningkatan kesejahteraan guru.
  • Pembangunan sekolah-sekolah unggulan.
  • Pengiriman siswa dan siswi asli Yalimo yang berprestasi pada universitas-universitas. terkemuka di dalam dan luar negeri.
  • Pemajuan pendidikan dasar dan menengah dengan memberikan beasiswa bagi siswa-siswi berprestasi.
  • Peningkatan keterampilan, dan
  • Peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu bersaing di tingkat lokal, regional dan global.

Tiga: Kesehatan. untuk mewujudkan sumberdaya manusia Yalimo yang sehat jasmani dan rohani, maka akan dilakukan melalui 7 program, yaitu:

  • Penguatan kapasitas Puskesmas sebagai organisasi publik.
  • Penguatan sumberdaya aparatur bidang kesehatan.
  • Penambahan fasilitas pendukung untuk pelayanan kesehatan di Puskesmas, Pustu, Posyandu Polindes dan Pos Obat.
  • Pemberian insentif kepada dokter, mantri, perawat dan bidan.
  • Peningkatan gizi dan kesehatan dasar masyarakat.
  • Pembangunan rumah sakit umum daerah tipe D.
  • Peningkatan kapasitas masyarakat untuk hidup sehat.

Empat: Ekonomi Kerakyatan. untuk mewujudkan ekonomi masyarakat Yalimo untuk mandiri, berdaya saing dan sejahtera, maka pasangan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo, Er Dabi dan Lakius Peyon berjanji akan dilakukan melalui 6 program, yaitu:

  • Pemberian bantuan modal usaha mikro.
  • Peningkatan kapasitas “pengusaha” orang asli Papua asal Yalimo.
  • Pemberian dukungan dan pendampingan bagi koperasi-koperasi masyarakat.
  • Pengembangan usaha Makro.
  • Terwujudnya iklim usaha yang sehat melalui pelayanan satu pintu.
  • Pembangunan pasar rakyat.

Lima: Penghormatan Terhadap Masyarakat Adat. untuk mewujudkan masyarakat Yalimo yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera, maka pemerintah akan melibatkan masyarakat adat dalam seluruh proses pembangunan agar masyarakat adat tidak menjadi penonton dan terpinggirkan. Hal ini akan dilakukan melalui 7 program, yaitu:

  • Penghargaan dan penghormatan terhadap masyarakat adat.
  • Keberpihakan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat.
  • Pengakuan terhadap hak-hak ulayat masyarakat adat.
  • Pemberdayaan masyarakat adat dalam pengelolaan sumberdaya alam.
  • Pembinaan lembaga adat.
  • Penataan pranata-pranata adat.
  • Pelestarian nilai-nilai adat yang positif bagi pengembangan kehidupan generasi muda.
  • Membuka kantor khusus untuk melindungi dan melayani hak-hak dan kepentingan masyarakat adat Yalimo.

Enam: Pelibatan Partisipasi Perempuan dalam Segala Aspek. untuk mewujudkannya akan dilakukan melalui 5 program, yaitu:

  • Penghormatan terhadap hak-hak asasi perempuan.
  • Penghormatan dan pengakuan terhadap potensi perempuan dalam pembangunan.
  • Pelibatan perempuan dalam akses modal usaha.
  • Pelibatan perempuan dalam aspek politik, ekonomi, sosial dan budaya.
  • Peningkatan kualitas hidup perempuan dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Tujuh: Penataan Birokrasi Pemerintahan Daerah. untuk mewujudkannya akan dilakukan oleh Er Dabi dan Lakius Peyon selama lima tahun mendatang melalui 13 program, yaitu:

  • Penataan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
  • Penguatan kapasitas aparatur birokrasi.
  • Penataan kelembagaan pemerintahan daerah.
  • Reformasi birokrasi Kabupaten Yalimo.
  • Penguatan kapasitas aparat pemerintahan kampung.
  • Penguatan kelembagaan pemerintahan kampung.
  • Penataan tapal batas administrasi kampung.
  • Pembangunan dan renovasi sarana dan prasarana pemerintahan daerah.
  • Peningkatan kualitas pelayanan publik.
  • Penataan tata administrasi kearsipan.
  • Peningkatan sistem monitoring dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan.
  • Peningkatan sistem pengawasan dan pemanfaatan keuangan daerah.
  • Penyusunan dokumen hasil-hasil pembangunan.

Delapan: Penguatan Hukum dan Hak Azasi Manusia. Untuk penguatan hukum dan hak azasi manusia, maka pasangan bupati dan wakil bupati Yalimo periode 2016 – 2021 berjanji akan dilakukan melalui 6 program, yaitu:

  • Penegakkan supremasi hukum.
  • Pemberantasan tindak pidana korupsi.
  • Penguatan kapasitas masyarakat terhadap hukum dan hak azasi manusia.
  • Penguatan demokrasi dan HAM.
  • Penetapan Kabupaten Yalimo tertib hukum.
  • Penguatan kapasitas aparatur terhadap hukum dan HAM.∎

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *