Sejarah TSPP

Latar Pendirian

Awal didirikannya Tabloid Suara perempuan Papua (TSPP) dimulai dari kerisauan seorang aktivis Perempuan Papua, ketika ia melihat kenyataan bahwa ternyata semakin banyak perlakuan tidak adil yang dialami kaum perempuan hingga menyebabkan mereka terpuruk dalam penderitaan, kenestapaan, dan mulai terpinggirkan tanpa sedikitpun diberi ruang untuk bersuara.

Bersama beberapa rekan aktivis, ia menggagas pentingnya sebuah media massa yang mampu memberi ruang kepada kaum perempuan untuk bersuara dalam menyampaikan aspirasi mereka. Melalui pelbagai persiapan dan perencanaan matang, di tengah ketidakpastian dan gejolak politik saat itu, pada 6 Agustus 2004, Tabloid Suara Perempuan Papua beredar dihadapan publik dengan oplah perdana 1500 exemplar.

Perlahan tetapi pasti, TSPP merebut pembaca di seluruh Tanah Papua. Berita-berita panas menyoal politik, hukum, lingkungan, kesehatan, dan pendidikan menjadi sajian yang ditunggu-tunggu pembaca Tidak saja di Ibukota Provinsi Papua, Jayapura, akan tetapi di kota-kota besar seperti Biak, Sorong, Fak-fak, Timika, Nabire, Puncak Jaya hingga sampai ke kabupaten Merauke Tabloid Suara Perempuan Papua di nanti kehadirannya.

Seiring pasang surut perubahan iklim politik, ekonomi dan tuntutan atrah perkembangan industri media massa, baik cetak maupun media online, managemen Tabloid Suara Perempuan Papua mulai berbenah diri. Tidak saja tampilan luar dan rubrikasi baru mengisi terbitan setiap senin akan tetapi tatakelola managerial pun kini berubah. Bila di awal kelahiran dikelola Yayasan Pengembangan Perempuan dan Anak Papua, kini TSPP dikelola PT. Mambruk Media Mandiri.