Sambutan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin

Para tokoh agama usai penandatanganan pernyataan zona    integritas kerukunan di Stadion Barnabas Youwe Sentani, 28 Mei 2016

Para tokoh agama usai penandatanganan pernyataan zona integritas kerukunan di Stadion Barnabas Youwe Sentani, 28 Mei 2016

MENTERI Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin hadir membuka pencanangan Kabupaten Jayapura sebagai Zona Integritas Kerukunan Beragama, sekaligus membuka MTQ ke-26 tingkat Provinsi Papua dan Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura, pada Sabtu 28 Mei di Stadion Barnabas Youwe Sentani, Kabupaten Jayapura.

Lomba Musabaqah Tilawatil Qu’ran dan Pesta Paduan Suara Gerejawi dilaksanakan selama empat hari sejak 28 Mei hingga ditutup pada 2 Juni 2016 lalu. Berikut sambutan Menteri Agama pada acara itu.

“Sesungguhnya, Tuhan begitu kasih sayangnya, sehingga diantara seluruh bangsa Indonesia, yang pertama kali disapa adalah masyarakat Papua. Karena mereka lebih dulu menerima sapaan berupa sinar matahari jika dibandingkan dengan mereka yang ada di wilayah Indonesia Tengah dan Barat. Yang tinggal di sini lebih dulu menikmati matahari, dibanding saudara-saudara kita yang tinggal di belahan nusantara lainnya.

Sebaiknya lagu Dari Sabang Sampai Merauke diubah menjadi Dari Merauke Sampai ke Sabang. Karena kalau dilihat dari fakta kehidupan, yang terjadi di mana Papua lebih dulu terkena sinar matahari barulah bagian Indonesia lainnya.

Kerukunan sesuatu keniscayaan dan keharusan dalam konteks realitas bangsa Indonesia yang multi kultural, multi agama dan multi etnis.

Ini menjadi tantangan sekaligus taruhan besar bagi bangsa Indonesia saat ini dan masa depan. Jika kita dapat melewati tantangan tersebut, maka saya yakin bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju dan besar.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang plural dan majemuk dan tidak monoristik. Bangsa yang besar adalah bangsa yang terdiri dari keragaman suku, budaya, agama dan sebagainya yang saling mendukung dan saling menguatkan.

Zona Integritas Kerukunan Hidup Beragama adalah peristiwa yang sangat penting dan bersejarah. Karena baru pertama kali terjadi di Indonesia juga substansinya terkait erat dengan program kita bersama bagaimana mampu mewujudkan kerukunan antarumat beragama, antarsuku, antargolongan, dan antarwarga negara Indonesia.

Saya sangat tertarik pada zona integritas yang menjadi tema acara besar pemerintah Kabupaten Jayapura Provinsi Papua saat ini.

Hal ini tidak dapat terlepas dari pilihan kata integritas yang mengandung konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dengan keyakinan suatu konsep yang menunjuk konsistensi antartindakkan dengan nilai dan prinsip.

Kata integritas biasanya dikaitkan dengan perilaku seseorang ketika menjalankan tugasnya dan fungsinya selaku birokrat, pengusaha politisi, dan lain sebagainya.

Hampir tidak pernah kita temui kata integritas dikaitkan dengan kerukunan. Tetapi kata integritas dikaitkan dengan kerukunan maka maknanya menjadi sangat luar biasa.

Sejak hari ini – Sabtu, 28 Juni 2016, setiap orang di Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura ini, telah mendeklarasikan diri untuk senantiasa konsisten dan keteguhan yang tinggi, nilai-nilai luhur dan keyakinan untuk mewujudkan kerukunan.

Nilai-nilai luhur yang mana? Tentu saja nilai-nilai luhur yang telah terkandung di dalam jiwa warga Papua, yaitu Kenambai Umbai, yaitu satu utuh ceria berkarya meraih kejayaan.

Saya tentu sangat berharap bahwa, apa yang dilakukan oleh segenap warga Papua pada hari ini tentu akan dicatat dalam lembaran sejarah bangsa Indonesia. Karena ini merupakan modal kerukunan umat beragama yang terus kita cita-citakan bersama.

Perbedaan keyakinan, perbedaan agama dan perbedaan ideologi tidak dapat membendung kita senantiasa hidup rukun, damai dan berdampingan.

Justru sejarah telah mencatat bagaimana sesungguhnya realitas bangsa Indonesia yang dibangun dalam keberagaman tersebut justru menjadi pondasi yang kokoh bagi eksistensi di dalam negara kesatuan Republik Indonesia. Inilah langkah penting dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda dalam kestauan tetapi bersatu dalam keberagaman”.∎

Pernyataan
Pencanangan Zona Integritas Kerukunan Beragama
di Kabupaten Jayapura. Sabtu, 28 Mei 2016

  1. Pencanangan zona integritas ini bertujuan untuk melindungi nilai-nilai agama, adat, dan budaya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat Kabupaten Jayapura.
  2. Nilai-nilai kerukunan diantara masyarakat, antara kelompok masyarakat, dan antara masyarakat dan pemerintah adalah pengejawantahan dan kebhinnekaan tunggal ika yang menwujudkan nilai dalam “Kenambai Umbai” yang berarti satu utuh ceria berkarya meraih kejayaan.
  3. Dalam pemahaman kerukunan seiring semangat etika global, termasuk di dalamnya pilar kedamaian yang dilandasi kebenaran berdasarkan kebenaran Tuhan, menghargai martabat setiap orang, keadilan dan penghormatan hak azasi manusia, kesungguhan dan keikhlasan hati, kasih antara manusia tanpa diskriminasi, kebebasan yang bertanggungjawab dan doa yang tulus kepada Tuhan Yang Mahaesa.
  4. Seluruh masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Jayapura dan penduduk lain yang datang ke wilayah Kabupaten Jayapura wajib menghormati dan melaksanakan integritas kerukunan ini.

Demikian pencanangan zona integritas kerukunan ini kami persembahkan kepada rakyat dan negara kesatuan Republik Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Jayapura.

Sentani, 28 Mei 2016
Atas Nama Masyarakat Kabupaten Jayapura

1. Pdt. Lamberth Sarwuna, S.Th. (Tokoh Agama Kristen Protestan)
2. Najib Muri (Tokoh Agama Islam)
3. Pastor Hendrik Nahak, OFM. (Tokoh Agama Kristen Katolik)
4. Pandita Arya Bodhi Jasmani (Tokoh Agama Budha)
5. Rakhmat (Tokoh Agama Hindu)
6. Ramses Ohee (Tokoh Adat)
7. Daniel Toto (Tokoh Dewan Adat)
8. Sipora Nelci Modouw (Tokoh Perempuan)
9. Marshel Suebu (Tokoh Pemuda)

Turut Menyaksikan dan Menguatkan

Gubernur Papua, Bupati Jayapura
Lukas Enembe Mathius Awoitauw

Menteri Agama Republik Indonesia,
Lukman Hakim Saifuddin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *