Rencana Pemakaman Massal Batal

Rencana pemakaman massal jenazah korban banjir dan tanah longsor Sentani di Pekuburan Kholoy Kampung Harapan batal. Kuburan massal yang telah digali dengan ekskavator itupun telah ditutup, pada Sabtu 23 Maret 2019 lalu.

TEMPAT pemakaman massal untuk memakamkan 40 jenazah korban bencana alam Sentani yang telah ditentukan Pemerintah Kabupaten Jayapura, adalah di Pekuburan Kholoy Kampung Harapan Distrik Sentani Timur.

Ekskavator saat menggali kuburan massal korban bencana alam 16 Maret 2019 di puncuk bukit Pekuburan Kholoy Kampung Harapan. Kuburan massal itu telah ditutup. foto Paskal Keagop/tspp

Lokasi makamnya mulai disiapkan oleh Ondoafi Sentani Timur, Moses Ohee dan Kaposek Sentani Timur, AKP Heri Wicahya bersama pemerintahan Kampung Nolokla sejak Selasa 19 Maret 2019 lalu, namun hingga Sabtu 23 Maret tidak ada kepastian kabar akan adanya pemakaman, akhirnya kuburan massal itu ditutup.

Ketua RW 05 Kampung Nolokla, Viktor Suangburaro, yang mengkoordinir penggalian kuburan massal itu mengatakan sesuai dengan adat masyarakat Suku Sentani, kuburan tidak bisa digali dan dibiarkan kosong selama berhari-hari. “Setelah digali, langsung dikubur. Kalau digali dan dibiarkan berhari-hari, itu sama dengan akan meminta korban. Kami tidak mau jadi tumbal dari kuburan massal yang dibiarkan terbuka. Maka harus ditutup. Nanti sudah ada kepastian baru kuburan digali ulang”, ujarnya di lokasi penggalian makam massal, Jumat 22 Maret lalu.

Kapolsek Sentani Timur, AKP Heri Wicahya dan Ondoafi Sentani Timur Moses Ohee saat berkoordinasi penggalian kuburan massal di jembatan Pekuburan Kholoy Kampung Harapan. foto Paskal Keagop/tspp.

 Bencana banjir bandang disertai tanah longsor dari Gunung Cycloop yang terjadi pada Sabtu 16 Maret malam lalu di wilayah Sentani Kabupaten Jayapura memakan korban yang tidak sedikit. Hingga Minggu Senin 25 Maret pukul 20.00 malam lalu, dilaporkan sebanyak 105 orang meninggal, serta lainnya dinyatakan hilang dan kini masih dalam proses pencarian oleh Tim Gabungan Penanganan Korban Bencana Alam Sentani, yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan SAR, TNI, kepolisian RI, dinas sosial, dinas kesehatan, para relawan, dan lainnya.

Kepala Bidang Dokes Polda Papua, Kombes Polisi Roman Aninam mengatakan hingga Minggu 24 Maret sudah ada 97 kantong jenazah yang diterima Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua untuk diidentifikasi. “Dari 97 kantong jenazah itu, masih tersisa 22 jenazah yang belum diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Papua. Semua jenazah yang masuk akan diambil sampel DNA-nya untuk kepentingan identifikasi.   

Liang lahat untuk memakamkan korban meninggal akibat bencana alam 16 Maret 2019 ini telah ditutup. foto Paskal Keagop/tspp.

 Dari 105 jenazah itu, sebanyak 40 jenazah yang telah ditemukan tapi sulit teridentifikasi oleh Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Kepolisian RI Daerah Papua di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Jayapura disepakati akan dimakamkan secara massal di Pekuburan Kholoya Kampung Harapan. Namun hingga Senin, 25 Maret, belum ada kepastian kabar akan ada pemakaman massal korban meninggal akibat bencana 16 Maret di Pekuburan Kampung Harapan.

 Liang lahat yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Jayapura di atas bukit Pekuburan Kholoy Kampung Harapan berukuran 4×20 meter untuk 40 jenazah korban bencana alam Sentani.

“Liang lahat yang sudah disiapkan itu cukup untuk memuat 40 peti jenazah. Tapi sampai hari ini tidak ada kepastian pemakaman, maka kuburan kita tutup dulu sambil menunggu kepastian. Ini bahaya, kita tidak mau ada yang jadi tumbal”, tegas Koordinator Penggalian Kuburan Massal, Viktor Suangburaro di Kampung Harapan, Sabtu, 23 Maret lalu.

paskalis keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *