Percobaan Siswa Jayapura dikirim ke NASA

Dari kiri ke kanan:

Dari kiri ke kanan:

Satu lagi prestasi membanggakan ditorehkan para pelajar Kabupaten Jayapura. Empat siswa melakukan penelitian bersama tim penelitian dari sekolah lain di Jawa untuk diujicobakan ke ruang angkasa melalui Nasional Aeronautics dan Space Administration (NASA).

Pada bulan April lalu, Bupati Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw, SE., M. Si, menerima kedatangan empat siswa-siswi dari SMA 1 Sentani dan SMA Advent Doyo Baru yang melakukan eksperimen penelitian NASA, di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura, Gunung Merah. Kedatangan empat siswa-sisw tersebut didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P&P) Kabupaten Jayapura, Alpius Toam, ST., M. MT, dan masing-masing kepala sekolah.

Empat siswi itu baru saja mempresentasikan hasil penelitian luar angkasa dihadapan Duta Besar (Kedubes) Amerika Serikat dan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (MenkoPolhukum) RI, Luhut Binsar Sitompul, di Jakarta beberapa waktu sebelumnya. Empat anak Jayapura adalah Bob Kaway (SMA Advent Doyo Baru), Tithus Lamek Yewi (SMA Advent Doyo Baru), Stefince Irene Cendrawasih (SMAN 1 Sentani), Anatsya Womsiwor (SMAN 1 Sentani). Mereka tergabung dalam tim Padi.

Siswa siswi berprestasi

Siswa siswi berprestasi

Penelitian yang akan mereka kerjakan tentang uji coba apakah padi bisa tumbuh di luar angkasa. Seperti yang diketahui, kondisi atmosfer, gaya gravitasi dan tekanan udara di luar angkasa jauh berbeda dari bumi. Ide penelitian tersebut dicanangkan oleh para ahli dan Dinas Pendidikan.

Hasil eksperimen mereka dinyatakan lolos flight test NASA yang ketat dan dinyatakan boleh diluncurkan ke International Space Station untuk melakukan penelitian bersama NASA. Keempat siswa ini akan bergabung dengan tim 20 peneliti muda Indonesia dan hasil penelitian mereka akan dipresentasikan di Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research di Washington DC dalam bulan November 2016. Roket tersebut sudah lepas landas dari Space Launch Complex 41 di Cape Canaveral Air Force Station, Amerika Serikat dengan membawa kargo Cygnus bersama perangkat eksperimen ilmiah dari siswa-siswa Indonesia ini.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M. SI, mengatakan jika tahun 2030 ada kehidupan di luar angkasa. Pertanyaannya apa yang akan dimakan. Untuk itulah peneliti muda anak-anak Papua tampil dan mempresentasekan hasil penelitian untuk menjawab kebutuhan makan manusia di Planet Mars kelak.

“Peneliti yang dilakukan bukan untuk bumi yang sedang ditinggali tetapi untuk luar angkasa sebab itu tidaklah berlebihan jika empat peneliti muda mendapat sanjungan. Hasil penelitian sudah dibawah keluar angkasa dan hasilnya akan disampaikan setelah dibawa pulang oleh para astronaut pada bulan Oktober mendatang. Anak-anak tersebut sangat cerdas. Dua anak dari siswa SMAN 1 Sentani dan duanya lagi dari SMA Advent Doyo Baru,”katanya.

“Mereka juga akan tercatat sebagai peneliti muda NASA Amerika Serikat. Dengan demikian maka apa saja kita lakukan untuk Kabupaten Jayapura bermula dari Kabupaten Layak Anak menghasilkan buahnya,”ucapnya.

Sebenarnya, bukan Cuma siswa Jayapura saja yang diajak dalam program ekperimen di Roket Atlas 5 milik NASA tersebut. Menurut informasi ada beberapa nama-nama siswa yang terlibat dalam proyek tersebut yang terbagi dalam dua tim: tim Ragi dan tim Padi.

Dari kiri ke kanan:

Dari kiri ke kanan:

Tim Padi terdiri dari Stefince Irene Cendrawasih (SMAN 1 Sentani), Tithus Lamek Yewi (SMA Advent Doyo Baru), Anatsya Womsiwor (SMAN 1 Sentani), Bennett J. Krisno (SMA Pelita Harapan Lippo Village), Bob Kaway (SMA Advent Doyo Baru), Derrick Harianto (Binus School Simprug), Gisella Austin (SMA Pelita Harapan Lippo Village), Jason Reysan (SMA BPK Penabur 2 Bandung), Marie Felicia Surya (SMA Pelita Harapan Lippo Village), Natasha Harianto (Binus School Simprug).

Sedangkan Tim Ragi yang berasal dari SMA Unggul Del, Laguboti, Sumatera Utara, yakni Anisa Auvira, Freddy Simanjuntak, Gilbert Nadapdap, Gomos Manalu, Hagai Sinulingga, Jonatan Daniel, Joy Gultom, Junita Sirait, Martin Siahaan, dan Rudini Silitonga. Tim ini dibimbing oleh Arini Desianti Pratiwi, Elin Bawekes, Riza Muhida, Yalun Arifin, dan Ichsan. *** Eris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *