Pentas Seni Budaya Kesembilan

Tampilan tarian adat masyarakat Sentani di atas perahu pada FDS 2016 di Khakote Kampung Asei Kabupaten Jayapura

Tampilan tarian adat masyarakat Sentani di atas perahu pada FDS 2016 di Khakote Kampung Asei Kabupaten Jayapura

Festival Danau Sentani kesembilan 2016 digelar di Khalkote Kampung Asei Distrik Sentani Timur. Seluruh masyarakat adat di Kabupaten Jayapura meramaikan pentas ini.

PENTAS seni tari dan budaya tahunan di Kabupaten Jayapura pada 2016 telah dilaksanakan selama lima hari, sejak: 19 – 23 Juni lalu di lokasi Festival Danau Sentani, Khalkote. Peserta yang menampilkan seni tari dan budaya tidak hanya oleh masyarakat 144 kampung di Kabupaten Jayapura, tapi juga datang dari beberapa kabupaten di Tanah Papua. Seperti Merauke, Asmat, dan Kota Jayapura.

Pada FDS yang kesembilan ini, tidak hanya memamerkan seni tari dan budaya, tetapi juga banyak benda-benda budaya, kerajinan tangan dan kuliner turut meramaikan FDS yang digelar di bibir Danau Sentani.

Pementasan seni tari, pameran benda-benda budaya, kerajinan tangan dan kuliner mulai mengawali FDS kesembilan dibuka secara resmi oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, pada hari Minggu 19 Juni. Sementara pembukaan FDS kesembilan tahun 2016 secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Menteri Pariwisata RI pada Senin 20 Juni.

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dalam pembukaan pementasan seni tari dan mengatakan FDS sudah masuk dalam kalender nasional, yang lebih bersifat promosi dan sekaligus sebagai momentum pariwisata tentang keindahan alam, budaya dan kuliner masyarakat lokal. “Kita promosikan dalam iven ini dengan mengundang semua pihak untuk menyaksikan, sekaligus bisa menjadi inspirasi dalam mengembangkan potensi yang ada di daerah ini”.

Stand Kabupaten Asmat di FDS 2016 Kabupaten Jayapura lebih banyak menarik turis asing

Stand Kabupaten Asmat di FDS 2016 Kabupaten Jayapura lebih banyak menarik turis asing

Festival budaya 2016 diselenggarakan di bawah tema ‘Satu dalam Kebersamaan untuk Kejayaan’. Tema ini yang diangkat pada festival sekarang karena, Kabupaten Jayapura saat ini sedang berusaha untuk keberagaman yang ada menjadi kekuatan untuk pembangunan ke depan.

Untuk menyelenggarakan FDS ini, pemerintah Kabupaten Jayapura membentuk panitia penyelenggara pada Februari dan telah bekerja menyiapkan berbagai agenda hingga suksesnya festival 2016.

Selama masa persiapan FDS, panitia juga melakukan sosialisasi dan menyebarkan panduan pelaksanaan festival ke semua kampung dan distrik di Kabupaten Jayapura serta berbagai wilayah di Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. “Kita harapkan masyarakat lebih aktif lagi dalam mengikuti FDS”, harap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura, Chris Kores Tokoro, saat ditemui di ruang kerjanya.

Chris Tokoro mengatakan festival bukan hal baru yang mau dilaksanakan. Ini sudah biasa dan yang kesembilan, sehingga semua yang masuk dalam kepanitiaan langsung bekerja sesuai tugasnya. Koordinator-koordinator panitia adalah kepala-kepala satuan kerja perangkat daerah, pejabat eselon dua. Masing-masing bekerja sesuai fungsi tiap instansi. Misalnya, masalah infrastruktur dikerjakan dinas pekerjaan umum, bagian kebersihan ditangani dinas kebersihan, bagian promosi ditangani oleh badan komunikasi dan informasi. Tugas-tugas para koordinator panitia langsung melekat pada jabatan tiap kepala SKPD.

Peserta FDS Kabupaten Asmat. Kedua laki-laki asal Suku Asmat sedang memahat di stand Asmat Kampung Asei Kabupaten Jayapura

Peserta FDS Kabupaten Asmat. Kedua laki-laki asal Suku Asmat sedang memahat di stand Asmat Kampung Asei Kabupaten Jayapura

Hal-hal yang dipertontonkan dalam festival diantaranya pameran budaya, atraksi-atraksi budaya, promosi dan daya tarik wisata. Promosi dan daya tarik wisata merupakan hal yang sangat penting dalam menyebarkan informasi guna menarik para wisatawan untuk datang ke FDS 2016.

Dalam promosi tidak hanya soal FDS, tapi panitia juga mempromosikan PON 20 yang akan digelar di Papua pada 2020 mendatang. Sebab Kabupaten Jayapura akan menjadi salah satu tempat pelaksanaan empat cabang olahraga pada PON 20 nanti. Yaitu balap sepeda, dayung, ski air dan sepakbola.

Promosi PON 20 di Kabupaten Jayapura tidak hanya dilakukan panitia pada FDS tahun ini, tapi itu sudah dilakukan sejak beberapa kali festival lalu. “Kita juga siap sebagai tuan rumah di bidang dayung, sepeda santai, sepeda balap atau sepeda gunung. Kita punya medan di Kabupaten Jayapura berpotensi untuk bersepeda keliling Danau Sentani. Silakan Panitia PON bisa sourvei keliling Danau Sentani untuk dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan balap sepeda dalam PON 2020”, ujar Chris Tokoro.

FDS dilaksanakan sebagai wahana untuk: 1) menggali dan melestarikan nilai-nilai budaya atau kearifan lokal masyarakat Kabupaten Jayapura. 2) meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui penjualan hasil-hasil kerajinan tangan masyarakat untuk mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif guna meningkatkan taraf hidup masyarakat. 3) sebagai ajang promosi sumberdaya alam dan potensi wisata alam di Kabupaten Jayapura.

Pada masa kepemimpinan di Kabupaten Jayapura, Mathius Awoitauw sangat mengutamakan pengembangan kepariwisataan Danau Sentani, pantai laut, pemandangan di dasar laut, gunung-gunung dan budaya asli masyarakatnya. Ada tiga potensi pariwisata di Kabupaten Jayapura yang akan dikembangkan ke depan: 1) Danau Sentani. 2) Gunung Cycloop. Ini adalah dua kawasan utama pengembangan kepariwisataan di Kabupaten Jayapura. 3) kawasan laut Teluk Tanah Merah.

Potensi wisata alam di Kabupaten Jayapura terbilang lengkap, yang mungkin tidak ditemukan di daerah lain. Yaitu ada wisata danau, wisata gunung dan wisata laut. Ini adalah tiga obyek pariwisata penting di Kabupaten Jayapura yang akan terus dikembangkan ke depan.

Staf Ahli Menteri Pariwisata RI dan Bupati Jayapura    Mathius Awoitauw saat diwawancarai wartawan usai membuka FDS 201 di    Khalkote Sentani

Staf Ahli Menteri Pariwisata RI dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw saat diwawancarai wartawan usai membuka FDS 201 di Khalkote Sentani

Sebelum pelaksanaan, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw sudah memerintahkan tiap kepala kampung untuk membina tim tari atau unsur budaya apapun yang ada di kampung untuk menampilkan di FDS. Karena itulah jati diri masyarakat adat di Kabupaten Jayapura. “Dan ternyata semua orang telah datang menyaksikan, inilah kita Kabupaten Jayapura”, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura.

Kabupaten lain yang telah mendaftar menjadi peserta festival di Danau Sentani adalah Kabupaten Merauke, Mimika, Serui, Fakfak, dan Sorong. Tidak ada batasan untuk menjadi peserta festival. Siapa saja silakan datang mendaftar jadi peserta. Mengingat budaya tidak mengenal batas.

Selama ini Kabupaten Kaimana, Fakfak, Boven Digoel, Mimika, Merauke, Serui, suku-suku nusantara di Jayapura seperti Maluku, Jawa, Batak, Toraja, Makassar, dan Sulawesi Utara yang kerap berpartisipasi dalam Festival Danau Sentani.

Sebelum pembukaan festival, diawali dengan pawai budaya bersama oleh masyarakat adat pada 17 Juni. Semua peserta yang tampil dalam FDS ikut pawai ini untuk mengukur seberapa kekuatan panitia yang akan ikut dalam festival.

FDS kesembilan 2016 mengusung tema ‘Satu dalam Keanekaragaman Meraih Kejayaan’. Tema ini sama dengan moto Kabupaten Jayapura ‘Satu Utuh Karya Ceria Berkarya’, yang inti pesannya sama dengan ‘Bhinneka Tunggal Ika. Bereda-beda tetapi tetap satu, dalam bingkai NKRI.

Selain tema, ikon FDS setiap tahun juga selalu berubah. Ikon FDS 2016 adalah noken. Sesuai dengan temanya, Merajut Kekuatan Mencapai Tujuan. Bahan anyaman noken diambil dari serabut-serabut pohon yang berhamburan di mana-mana dikumpulkan lalu dianyam menjadi satu. Itulah arti tema festival tahun ini dengan ikon noken.

Saat ini ada kelompok ibu-ibu binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jayapura yang anyam noken untuk diberikan kepada para undangan yang hadir di festival sebagai cendera mata, “bahwa inilah lambang kekuatan kami dalam mencapai Jayapura Baru sesuai visi bupati. Logo FDS sudah paten, tidak bisa diubah. Hanya tema dan ikon yang diubah tiap tahun”, kata Chris Tokoro.

Tema FDS 2016 ini juga terkait dengan empat tahun pelaksanaan pembangunan visi Jayapura Baru oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw. Bahwa untuk mewujudkan visi Jayapura Baru, tidak mungkin hanya bisa dibangun oleh orang asli Kabupaten Jayapura sendiri, tapi dibangun secara bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat dari berbagai daerah yang tinggal hidup di Kabupaten Jayapura untuk menuju Jayapura Baru.

Hal baru yang ditampilkan dalam pembukaan FDS kesembilan adalah sekira 300 orang tampil dalam tari klosal. Tari klosal tampil dari dua arah, yaitu dari arah Danau Sentani dan dari arah darat. Pertemuan kelompok tari klosal dari dua arah ini menandai pembukaan FDS 2016, yang sekaligus dengan pemukulan tifa oleh staf ahli Menteri Pariwisata RI.

Setelah digelar selama lima hari, akhirnya FDS kesembilan 2016 Kabupaten Jayapura ditutup secara resmi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional RI, Ferry Mursyidan Baldan.

Sebelum menutup FDS, Menteri Agraria yang mantan Anggota Tim Asistensi UU Otonomi Khusus Papua itu mencanangkan pemetaan tanah adat komunal di sembilan wilayah adat di Kabupaten Jayapura.

Pencanangan pemetaan tanah adat komunal secara resmi oleh negara Republik Indonesia melalui Menteri Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional di sembilan wilayah adat ini bertujuan memberikan hak sepenuhnya kepada masyarakat hukum adat untuk mengelola kekayaan alamnya yang telah diwariskan secara turun-temurun kepada mereka untuk kesejahteraan.

“Dengan dicanangkannya pemetaan tanah adat komunal di sembilan wilayah adat ini, maka tidak boleh ada lagi masyarakat adat yang menjual tanah”, tegas Ferry Mursyidan Baldan pada acara penutupan FDS kesembilan di Khalkote Kampung Asei didampingi Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen, dan para pejabat pemerintah daerah lainnya pada, Kamis 23 Juni lalu.

Sumber dana FDS selain berasal dari APBD Kabupaten Jayapura, juga dari pihak lain, seperti Kementerian Pariwisata RI memberikan sumbangan dalam bentuk barang senilai 1,5 miliyar rupiah. Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perikanan dan Kelautan serta beberapa kementerian lain juga memberikan bantuan dalam jumlah yang berbeda.

Kegiatan FDS merupakan agenda Kementerian Pariwisata RI, sehingga mereka secara rutin memberikan bantuan dalam berbagai bentuk. Seperti biaya jumpa pers, biaya distribusi undangan, dan biaya promosi.∎ Paskalis Keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *