Jumlah Korban Bencana Alam Terus Bertambah

Jumlah korban banjir dan tanah longsor yang melanda tujuh kampung di wilayah lima distrik di Kabupaten Jayapura terus bertambah. Jumlah korban yang bertambah tidak hanya korban meninggal, tetapi juga korban hilang, korban menderita luka berat dan luka ringan, serta jumlah pengungsi yang kehilangan atau rusaknya tempat tinggal.

JUMLAH korban bencana banjir dan tanah longsor terus bertambah karena hujan lebat yang mengguyur di wilayah Kabupaten Jayapura sejak Sabtu malam 16 Maret 2019 lalu hingga Rabu 20 Maret belum berhenti. Selama lima hari itu cuaca langit Kabupaten Jayapura belum cerah. Air hujan mengalir deras disertai tanah longsor dari arah gunung mengikuti aliran kali turun ke lembah dan terus masuk ke Danau Sentani.

Ruas jalan raya di Sentani kota yang tergenang air. foto Paskal Keagop

Hujan deras tiada henti itu menimbulkan korban jiwa manusia maupun korban materi yang tidak sedikit. Korban jiwa manusia maupun materi terus berjatuhan. Sepertinya alam Gunung Cycloops masih marah?

Korban bencana alam khusus di wilayah Kabupaten Jayapura hingga Rabu 20 Maret, jumlah korban meninggal mencapai 97 orang, yang dilaporkan hilang sebanyak 79 orang dan masih dalam proses pencarian, korban menderita luka berat 84 orang, dan menerita luka ringan 75 orang.  

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. AM Kamal mengatakan, dari 97 jenazah itu, sebanyak 81 jenazah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Papua. “Dan 38 jenazah sudah teridentifikasi dan telah diserahkan ke keluarga”.

Untuk memudahkan pencarian korban hilang, Mabes Polri telah mengirim enam anjing pelacak dan hasilnya berhasil menemukan 15 jenazah.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal mengatakan jenazah korban bencana alam yang sudah ditemukan tapi sulit teridentifikasi akan dimakamkan secara massal di Pekuburan Kampung Harapan Distrik Sentani Timur. “Kita sudah sepakat bersama tokoh adat dan tokoh agama”.

Mobil Tim Gabungan yang terus memberikan bantuan. foto Paskal Keagop.

Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Sentani pada Sabtu malam 16 Maret lalu terus bertambah karena ada temuan jenazah oleh Tim Gabungan TNI, Polri, Badan SAR Nasional, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Tim Relawan. Korban hilang tertumbun longsor sulit untuk ditemukan dengan mudah karena banyaknya timbunan material berupa pasir, tanah, batu-batuan, kayu, dan rumah yang roboh. “Namun Tim Gabungan akan terus melakukan pencarian hingga 14 hari kedepan atau akan diperpanjang”, ujar Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon.

Banyaknya korban bencana alam itu membuat posko tanggap darurat muncul dimana-mana. Masyarakat secara suka rela membuka posko bantuan bagi korban bencana alam.

Jumlah pengungsi di Posko Induk yang berlokasi di kompleks perkantoran bupati Jayapura di Gunung Merah Sentani mencapai 9.580 orang berasal dari 2.524 kepala keluarga.

Jumlah pengungsi ini diperkirakan akan terus bertambah seiring naiknya permukaan air Danau Sentani yang diperkirakan telah mencapai tujuh meter dari ambang batas normal.

paskalis keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *