Pabrik Prestasi

Ditulis oleh Angela Flassy

Saat ini Tim PON XVIII Papua sedang berlaga di Propinsi Riau. Kita semua warga Papua pasti berharap cemas, menanti prestasi wakil Papua di perhelatan olahraga terbesar di Indonesia itu. Kira-kira Papua bisa kembali ke masa-masa jayanya dulu, menjadi terkuat di luar Jawa, atau semakin tertinggal jauh dengan Propinsi lain di luar Jawa yang terus menerus membenahi sarana dan pra sarana, bahkan beberapa di antaranya berani dan mampu menjadi penyelenggara PON!

Doping tuk raih prestasi terbaik pun diumumkan beberapa saat sebelum keberangkatan tim Papua, Rp 150 juta untuk peraih emas, Rp 75 juta untuk perak dan Rp50 juta untuk perunggu. Sebuah apresiasi yang sangat tinggi tuk peraih medali.

Tetapi apa pernah kita mendengar bonus yang begitu besar juga diberikan bagi peraih medali emas olimpiade Fisika, Kimia, Biologi yang pernah dicapai oleh putra putri Papua? Padahal jenjang olimpiade jauh di atas PON dan membutuhkan persiapan yang sama beratnya dengan atlit olahraga. OK, peraih medali olimpiade mendapatkan beasiswa pendidikan, yang jumlahnya mungkin hampir sama dengan itu. Tetapi jika dibalik, apakah ada beasiswa pendidikan yang dialokasikan pemerintah daerah buat para atlet ? Bukankah atlet juga butuh pendidikan untuk hari tuanya? Minimal mengirimkan mereka ke kursus pelatih bertaraf internasional, apakah pernah terpikir?

Padahal kecerdasan manusia itu tidak hanya dibidang akademik saja,atau di bidang olahraga saja, sebab manusia memiliki kecerdasan spiritual, emosional, spasial (ruang), hubungan antar manusia, hubungan dengan diri sendiri, musik, kinestetik, dan sebagainya. Anak yang pintar akademis, belum tentu jago olahraga. Anak yang jago olahraga belum tentu pintar secara akademis. Tetapi cerdas, tetap cerdas. Dan prestasi adalah prestasi.

Prestasi tidak dicapai sekejab mata,tetapi lewat perencanaan jangka panjang, program jangka panjang dan managemen jangka panjang serta alokasi anggaran di setiap tahunnya, yang tentunya berlangsung terus menerus tanpa henti, tanpa lelah, sehingga prestasi dapat diukur dan target dapat ditentukan. Jadi Prestasi tidak bisa diraih secara instant, juga tidak bisa lewat proyek jangka pendek.

Apa prioritas pembangunan di Papua? Apa Pendidikan? Kesehatan? Infrastruktur? Pemberdayaan ekonomi kerakyatan? Lalu alokasi pembangunan olahraga masuk di mana? Mengapa pengambil kebijakan di Papua selalu mengidentikkan dana pendidikan = prestasi akademik. Dana kesehatan = pembangunan rumahsakit, penyediaan obat-obatan atau berobat gratis? Mengapa atlet tidak mendapat bonus beasiswa pendidikan? Mengapa pemerintah Papua tidak pernah memberi bonus ratusan juta rupiah kepada peraih prestasi-prestasi lain selain olahraga?

Mungkin saatnya kita memilih pemimpin yang lebih visioner. Yang tidak bicara berobat gratis, tetapi waktu kita sakit tetap harus membayar. Tidak juga memilih pemimpin yang bicara sekolah gratis, tetapi waktu anak kita masuk sekolah, kita masih harus membayar jutaan rupiah. Kita membutuhkan pemimpin yang visioner, yang mampu dan mau berinvestasi untuk Papua 20 tahun lagi. Bukan para pemimpin yang berbicara soal program instant yang hanya bekerja dengan target lima tahunan. Visioner yang realistis tentunya, bukan mimpi-mimpi tanpa target, mimpi-mimpi pemanis pada masa kampanye.

Pemimpin dengan mindset (pola pikir) Â pembangunan yang berbeda. Demikian juga orientasi pengambil kebijakannya, harus berjangka panjang. Dengan begitu kita dapat membuat target prestasi Papua 4 tahun, 8 tahun bahkan 20 tahun ke depan.

Sampai saat ini orang Papua masih mengenang Acub Zainal karena berani mengambil kebijakan, dengan mengalokasikan dana yang waktu itu hanya secuil untuk membangung Stadion Mandala dan GOR Cenderawasih yang sampai detik ini masih yang terbesar di provinsi dengan APBD terbesar di negara ini.

Kapan anak-anak Papua berani memutuskan dan berani membangun mimpi, mengubah gudang atlet menjadi Pabrik Atlet. Menjadikan Papua Pabrik Prestasi, apapun itu. Bahkan mungkin menjadi tuan rumah PON 2020 nanti. Tak ada yang tak mungkin**

One thought on “Pabrik Prestasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *