Fragmen Sanggar Honong

Diam….aku muak mendengar musikmu

Aku bosan mendengar nyanyianmu

Tidurlah….dan bermimpi….

Kelompok Tari Sanggar Honong Waena Pimpinan Theo Yepese yang menghibur masyarakat Lembah Grime saat perayaan HUT kelima kebangkitan masyarakat adat Kabupaten Jayapura di Lapangan Mandala Nimboran, pada 24 Oktober 2018. foto Paskal Keagop.

Ketika Gereja, hamba Tuhan, Firman Tuhan, dan agama mulai terasa tawar bagimu, ketahuilah bahwa kamu sedang mati temanku.

Ketika budaya, adat-istiadat, bahasa daerah mulai terasa kuno, ketinggalan zaman, kamu sedang mati kawan.

Ketika tanahmu diambil, hutanmu dieksploitasi, gunungmu ditambang sampai habis dan kamu merasa masa bodoh aah, kamu sedang mati kawan.

Yokari: kampung penuh semangat, tapi sayang tak dapat menentang gelombang kehidupan.

Yowari: kampung kehidupan, jauh di balik gunung suaranya kadang terdengar, kadang sayup-sayup.

Tepera Yewena Yosu: negeri berbatu-batu, tetapi sayang penuh dengan keluh kesah.

Moi: sesuai dengan namamu, engkau di belakang tetapi bukan terbelakang.

Imbi Numbai: kau bagaikan mercusuar bagi kapal-kapal di lautan, tapi bagaimana jika engkau tidak bercahaya.

Oktim: kau penjaga batas tanah ini, tapi kau sering pergi tanpa alasan yang tepat.

Elseng: kau di Selatan, semangatmu sering berapi-api, tapi panas juga tidak, dingin juga tidak.

Demutru: kau wajah dari lembah ini, bagaimana jika mukamu muram.

Phuyakha: yang berdiam di atas air, filosofi halei narei, budaya menjaga dan memelihara semangat melekat di jiwamu, tapi mengapa sering ada kesusahan.

Bangkitlah……….

Tanggalkan topeng kepura-puraan

Bukalah matamu dan hiduplah bukan untuk melakukan apapun,

tetapi lakukan sesuatu untuk kemanusiaanmu dan bagi surga kecil di negri ini

Murunglah seluruh alam

Bersatulah……

dan hidup untuk negeri ini

sampai ada perubahan.

Lembah Grime. Rabu, 24 Oktober 2018

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat V Kabupaten Jayapura

paskalis keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *