Lakius Peyon Dilantik Jadi Bupati

Gubernur Papua Lukas Enembe melantik Wakil Bupati Yalimo Lakius Peyon menjadi Bupati pengganti antarwaktu di Gedung Sasana Krida Kantor Gubenur Papua Dok 2 Jayapura untuk masa empat tahun enam bulan.

Gubernur Papua Lukas Enembe melantik Lakius Peyon menjadi Bupati Yalimo pengganti antarwaktu periode 2016-2021 di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, pada 20 April 2017. foto paskalis keagop/tspp.

LAKIUS Peyon dilantik menjadi Bupati Yalimo Pengganti Antarwaktu menggantikan Bupati Yalimo Er Dabi yang dipanggil Tuhan pada 7 Desember 2016 di Timika karena sakit. Akhirnya, Gubernur Papua Lukas Enembe melantik Lakius yang semula Wakil Bupati menjadi Bupati Yalimo di Gedung Sasana Krida Kantor Gubenur Papua Dok 2 Jayapura pada Kamis 20 April 2017 lalu. Ia akan memegang sisa masa jabatan Bupati Pengganti Antarwaktu hingga 20 April 2021 mendatang.

Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya mengatakan pelantikan Wakil  Bupati Yalimo Lakius Peyon menjadi Bupati, berdasarkan Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 78 Ayat (1) huruf a, menyebutkan kepala daerah diberhentikan dari  jabatannya karena meninggal dunia.

Ruang Sasana Krida Kantor Gubernur Papua Dok 2 Jayapura. foto paskalis keagop/tspp.

Gubernur berpesan kepada Lakius yang baru dilantik menjadi Bupati Yalimo agar dapat melaksanakan tugas yang telah diembankan kepadanya dengan baik. Hal ini tentu sejalan dengan Undang-Undang RI Nomor 23  Tahun 2014  yang  telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 9 Tahun 2014  tentang Pemerintahan Daerah, menjelaskan khusus tentang  tugas dan wewenang Kepala Daerah yang  diatur  dalam Pasal 65,  menyebutkan kepala daerah mempunyai  tugas memimpin  pelaksanaan urusan pemerintahan yang  menjadi kewenangan  daerah berdasarkan ketentuan perundang-undangan dan kebijakan yang ditetapkan bersama DPRD, menyusun dan mengajukan Rancangan Perda tentang RPJPD, RPJMD dan menetapkan RKPD.

Lukas Enembe juga minta DPRD Yalimo, agar  segera membahas posisi Wakil Bupati dalam kurun waktu kurang dari 14 hari setelah pelantikan Bupati Yalimo.  Calon wakil bupati dipilih dari  dua orang  perwakilan partai politik pemenang Pemilu legislatif 2014 yang memiliki kursi terbanyak di DPRD Kabupaten Yalimo.

“Semoga DPRD bisa memilih  dan menetapkan Wakil  Bupati sebelum 14 hari, agar bersama Bupati melanjutkan pembangunan di Yalimo mendatang,” harap Gubernur Papua, Lukas Enembe.

Lakius Peyon memberikan keterangan pers usai dilantik menjadi Bupati Yalimo sisa masa jabatan 2016 – 2021 di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua Dok 2 Jayapura. foto paskalis keagop/tspp.

Gubernur Papua juga tak lupa mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Er. Dabi (alm) sebagai mantan Bupati Yalimo yang sekaligus merupakan tokoh besar pembangunan Kabupaten Yalimo, yang telah mengukir banyak sejarah pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Yalimo.

Pelantikan Lakius Peyon menjadi Bupati Yalimo ini juga dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Papua, para kepala organisasi perangkat daerah dan seluruh pimpinan bersama anggota DPRD Kabupaten Yalimo serta seluruh masyarakat Yalimo di Jayapura maupun yang datang secara khusus dari Yalimo. Tari-tarian daerah Yalimo turut mewarnai pelantikan itu.

Usai pelantikan di Gedung Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, dilanjutkan dengan ibadah pengucapan syukur atas dilantiknya Lakius Peyon menjadi Bupati Yalimo periode 2017 – 2021 di Gedung Tongkonan Kotaraja Dalam.

Dalam ibadah syukuran itu, Bupati Yalimo yang baru dilantik mengatakan jabatan adalah pemberian Tuhan. Yalimo mau maju atau tidak tergantung pada kita semua untuk bekerja memajukannya. “Saya siap menerima kritikan, saran dan masukan untuk kepentingan pembangunan Yalimo. Tetapi dalam menerima saran dan aspirasi, saya punya cara sendiri, yang pasti akan berbeda dengan Bupati sebelumnya, Er Dabi. Karena dia juga punya cara yang berbeda dalam menjalin hubungan dengan siapapun”.

Wakil Bupati Yalimo, Lakius Peyon bersama istrinya di Jembatan Meteor Sungai Mamberamo, pada November 2016. foto paskalis keagop/tspp.

Er Dabi adalah seorang tokoh penting Yalimo, yang telah meletakan dasar-dasar pembangunan Yalimo yang akan dilanjutkan ke depan. Untuk membangun Yalimo tidak bisa dilakukan hanya oleh satu atau dua orang, melainkan membutuhkan partisipasi dari seluruh masyarakat Kabupaten Yalimo.

Oleh karena itu, untuk membangun Kabupaten Yalimo selama empat tahun mendatang, dalam kesempatan itu Lakius mengajak seluruh masyarakat Yalimo mari bergandengan tangan untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar Er Dabi, yaitu Yalimo yang maju, mandiri dan sejahtera.

Hal itu disampaikan Lakius pada ibadah syukuran pelantikan dirinya menjadi Bupati Antarwaktu periode 2016 – 2021 di Gedung Tongkonan Kotaraja Dalam, Jayapura.

Sekretaris Daerah Kabupaten Yalimo, Gasper Liauw bersama undangan dan masyarakat saat menghadiri ibadah syukur pelantikan Lakius Peyon menjadi Bupati Yalimo sisa masa jabatan 2016-2021 pada 20 April 2017 di Gedung Tongkongan Kotaraja, Jayapura. foto paskalis keagop/tspp.

Pasangan Er Dabi dan Lakius Peyon dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Yalimo periode 2016 – 2021 oleh Gubernur Papua Lukas Enembe, pada Jumat, 16 Juli 2016 di Elelim.

Namun enam bulan kemudian, Er Dabi dipanggil Tuhan pada 7 Desember 2016 pukul 09.45 pagi di Klinik Kuala Kencana Timika. Saat itu Er Dabi sedang mengikuti rombongan kunjungan kerja Gubernur Papua Lukas Enembe ke Kabupaten Mimika, Paniai dan beberapa kabupaten di sekitarnya.

Er Dabi menjadi Bupati Yalimo periode kedua selama empat bulan 21 hari, terhitung sejak 16 Juli hingga 7 Juli 2016. Dan kekosongan itu digantikan oleh Lakius Peyon yang ketika itu Wakil Bupati, dilantik menjadi Bupati Yalimo oleh Gubernur Papua Lukas Enembe pada 20 April 2017 di Jayapura.

paskalis keagop

KPUD Yalimo Gelar Pleno Terbuka

KPUD Kabupaten Yalimo gelar pleno terbuka rekapitulasi perolehan hasil suara Pemilu presiden dan anggota legislatif di Gedung DPRD Yalimo pada Sabtu 4 Mei 2019 lalu. Pleno terbuka itu berjalan aman dan lancar.

Lima anggota KPUD Yalimo gelar pleno rekap suara Pileg dan Pilres 2019 di Elelim.

KOMISI Pemilu Daerah Kabupaten Yalimo menggelar rapat pleno penghitungan hasil perolehan suara Pemilu, Rabu 17 April 2019 secara terbuka pada Sabtu 4 Mei lalu.

Pleno terbuka itu dilakukan KPUD Yalimo untuk menghitung hasil perolehan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden serta penghitungan hasil perolehan suara calon anggota DPD RI, DPR RI, DPR Papua dan DPRD Kabupaten Yalimo periode 2019 – 2024.

Sebelum pleno di tingkat kabupaten, para panitia pemilihan distrik dari lima kecamatan menggelar pleno di distrik masing-masing, kemudian hasilnya dibawa dan dilakukan pleno lagi di tingkat kabupaten di Elelim pada Sabtu 4 Mei lalu.

Walau Kabupaten Yalimo memiliki 300 kampung, tapi hanya punya lima distrik, yaitu Distrik: Elelim, Apahalapsili, Abenaho, Benawa dan Distrik Welarek.

Pleno penghitungan hasil perolehan suara Pemilu 2019 di Yalimo dimulai dengan penghitungan perolehan suara pasangan calon presiden, suara calon anggota DPD RI, DPR RI, DPR Provinsi Papua dan DPRD Kabupaten Yalimo.

Rapat pleno terbuka dihadiri Bawaslu Yalimo, PPD dan Panwaslu dari lima distrik, saksi peserta Pemilu, Wakil Bupati Yalimo Erdi Dabi, Plt. Sekda Yalimo Isak Yando, kepala Kesbangpol Yalimo, Kabag Humas Setda Yalimo Siane Siep, Komandan 1702 Jayawijaya, Wakil Kapolres Jayawijaya AKBP Leonardo Joga, para tamu undangan serta dikawal 100 personil gabungan TNI dan kepolisian. 

KPUD Yalimo membuka rapat pleno terbuka dimulai pukul 09.00 pagi sampai selesai pada pukul 23.00 malam, dengan kondisi Kamtibmas yang aman, lancar, dan terkendali.

Berita acara hasil perolehan suara dari tingkat distrik dibacakan oleh ketua dan anggota Panitia Pemilihan Distrik masing-masing dihadapan KPUD dan Bawaslu Kabupaten Yalimo bersama para tamu undangan di Gedung DPRD Kabupaten Yalimo.

Ketua KPUD Yalimo, Yehemi Walianggen mengatakan rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara untuk Pemilu calon presiden dan wakil presiden serta pemilihan anggota DPD RI, DPR RI, DPR Papua dan DPRD Kabupaten Yalimo telah selesai diplenokan pada hari ini, Sabtu 4 Mei.

“Setelah pleno di tingkat kabupaten, selanjutnya dalam waktu dekat akan kami bawa untuk diplenokan di KPU Provinsi Papua. Proses Pemilu di Kabupaten Yalimo berjalan baik dalam keadaan aman, dan kondusif. Pada prinsipnya, kami sudah lakukan pleno tingkat distrik di lima distrik yang ada di Kabupaten Yalimo”, ujar Yehemi Walianggen usai pleno.

Ketua Bawaslu Yalimo, Habakuk Mabel usai pleno mengatakan Bawaslu Yalimo telah melaksanakan tugas pengawasan secara melekat dalam seluruh tahapan Pemilu yang dilaksanakan oleh KPUD Yalimo. “Ini semuanya kami ikuti sampai dengan hari ini pleno terbuka di tingkat Kabupaten Yalimo, dan semuanya berjalan aman, nyaman dan lancar”.

Sementara itu, Wakil Kapolres Jayawijaya, AKBP Leonardo Joga yang memimpin langsung pasukan pengamanan Pemilu 2019 di Yalimo mengatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Yalimo semuanya berjalan aman, lancar dan terkendali. Walaupun ada timbul kesalahpahaman dari beberapa pihak, tetapi itu hal biasa dan pada intinya sudah berjalan sangat baik.

“Kemudian dalam pleno terbuka di tingkat Kabupaten Yalimo ini, kami pihak keamanan, baik itu TNI maupun Kepolisian Gabungan yang mengawasi pleno ini, jumlahnya ada 100 personil. Situasi Kamtibmas berjalan sesuai dengan harapan masyarakat Yalimo”, jelas Wakapolres Jayawijaya AKPB Leonardo Joga.

humas & protokol setda yalimo