Masyarakat Kutakuruk Minta Tower Telkomsel

Masyarakat Kampung Kutakuruk Distrik Benawa yang mendiami sekitar Jembatan Meteor Sungai Mamberamo minta pemerintah Kabupaten Yalimo membangun tower Telkomsel agar bisa berkomunikasi dengan sanak-saudaranya di tempat lain.

Bupati dan Wakil Bupati Yalimo, Er Dabi dan Lakius Peyon disambut masyarakat kampung Kutakuruk dengan tarian adat di Jembatan Meteor Sungai Mamberamo saat kunjungan turun kampung di Distrik Benawa Kabupaten Yalimo, pada November 2016. foto paskalis keagop/tspp.

HIDUP di kampung terpencil bukan berarti tidak perlu hape. Apakah aliran listrik dan jaringan telkomsel itu ada atau tidak? Itu bukan urusan. Yang penting punya hape. Kondisi itu yang terlihat di Kampung Kutakuruk Distrik Benawa yang mendiami wilayah sekitar Jembatan Meteor Sungai Mamberamo.

Kampung Kutakuruk memang terletak di tengah hutan rimba di pinggiran Sungai Mamberamo. Jika ingin ke Jayapura atau tempat lain, masyarakat harus keluar dari kampung tunggu di Jembatan Meteor ini, untuk bisa menumpang kendaraan apa saja yang lewat di situ. Agak susah memang untuk memastikan posisi kampung ini, karena tidak terletak di Jalan Trans Irian yang menghubungkan Jayapura ke Benawa. 

Jembatan Meteor ini menjadi pembatas wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Jayapura. Masyarakat Suku Kosare yang hidup di sekitar jembatan ini, semuanya menjadi penduduk Kampung Kutakuruk Distrik Benawa. 

Kepala Kampung Kutakuruk Distrik Benawa minta Pemerintah Kabupaten Yalimo membangun menara Telkomsel di kampungnya, pada November 2016 di Jembatan Meteor Sungai Mamberamo. foto paskalis keagop/tspp.

Jarak dari Jembatan Meteor ke Kampung Kutakuruk sekira 2,5 kilometer. Kalau mau ke Kampung Kutakuruk, masyarakat lebih menggunakan sampan dan perahu jonson melintasi Sungai Mamberamo. Masyarakat kampung ini lebih suka bepergian ke Jayapura ketimbang ke Elelim, ibukota Kabupaten Yalimo. Karena jalur transportasi ke sana tidak ada.

  Dalam kunjungan kerja pemerintah Kabupaten Yalimo ke Distrik Benawa pada awal November 2016 lalu, rombongan pemerintah daerah singgah di Jembatan Meteor bertatap muka dengan masyarakat Kutakuruk. Jumlah warga Suku Kosare yang mendiami Kampung Kutakuruk sebanyak 330 kepala keluarga.

Wakil Bupati Yalimo, Lakius Peyon saat melintasi Jalan Trans Irian Jayapura Benawa pada November 2016. foto paskalis keagop/tspp.

Dalam tatap muka itu, masyarakat Kutakuruk meminta pemerintah Kabupaten Yalimo membangun jalan masuk ke kampung, membangun gereja dan pastori, membangun rumah layak huni, membangun rumah singgah di Jembatan Meteor, membangun tower Telkomsel, minta kendaraan roda dua dan empat, motor jonson 40 PK, perahu fiber, mesin sensor lima  buah, pemekaran kampung dan distrik di Dusun Welili, Prageja, Cikombo, Dusun Yanafri, yang sementara ini masih bergabung dengan Kampung Kutakuruk sebagai kampung induk.

Masyarakat Kutakuruk juga minta pengadaan pakaian seragam PKK, alat masak PKK, mengadakan pelatihan bagi ibu-ibu PKK Kampung Kutakuruk, meminta bantuan modal usaha untuk 10 kelompok usaha di kampung, serta pengadaan makanan bergizi bagi ibu dan anak.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sumberdaya Energi dan Mineral Kabupaten Yalimo menyerahkan penerangan solar cell kepada perwakilan unsur masyarakat dalam kampung. Seperti wakil perempuan, wakil adat, wakil agama dan pemuda.

Tarian adat masyarakat Kampung Kutakuruk menyambut kedatangan rombongan bupati dan wakil bupati Yalimo di Jembatan Meteor Sungai Mamberamo, November 2016. foto paskalis keagop/tspp.

Bupati Yalimo Er Dabi (alm), yang saat itu didampingi Wakil Bupati, Lakius Peyon dan 27 kepala organisasi perangkat daerah mengatakan Kampung Kutakuruk dan Jembatan Meteor adalah wilayah batas tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Jayapura, Yalimo dan Pegunungan Bintang. Ini adalah jembatan terbesar di Papua. Oleh karena itu, situasi keamanan sepanjang jalan ini harus dijaga secara bersama agar tetap aman mulai dari Jayapura sampai ke Elelim dan Wamena.

“Saya tidak mau dengar ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tokoh-tokoh masyarakat harus jaga keamanan sepanjang jalan ini. Jangan ada orang melakukan pemalakan, pemalangan, dan menjual minuman beralkohol di sepanjang jalan ini. Walaupun kita jaga ketat dan larang orang tidak boleh menjual minuman beralkohol, tetapi hal itu tidak mungkin bisa dicegah”, tegas Er Dabi saat itu.

Karena jika Jalan Trans Papua yang menghubungkan Jayapura – Yalimo – Wamena ini terbuka, maka arus masuknya orang, barang dan jasa tidak mungkin dicegah. “Sebab kemungkinan orang akan membawa minuman beralkohol masuk secara bebas di wilayah kami. Karena itu, mari kita jaga keamanan bersama sepanjang jalan ini dari Jayapura sampai Elellim agar kondisi tetap aman”, ajak Er Dabi.

Rombongan bupati dan wakil bupati Yalimo saat tiba di Jembatan Meteor Sungai Mamberamo, pada November 2016. foto paskalis keagop/tspp.

Sementara, Wakil Bupati Yalimo, Lakius Peyon dalam tatap menanggapi permintaaan masyarakat Kutakuruk, mengatakan ada begitu banyak dana dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang masuk ke itu, harus digunakan dengan baik. Pakailah dana itu sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Yalimo kasih dana ke tiap kampung sebesar Rp 800 juta dan kedepan jumlah dana ini akan terus bertambah.

“Tetapi dana ini harus digunakan dengan baik sesuai kebutuhan masyarakat kampung. Dana ini juga harus dialokasikan untuk PKK. Alokasi dan pengelolaan dana harus sesuai dengan DPA. Jangan gunakan dana kampung dari luar DPA”, tegasnya.

Walau Kampung Kutakuruk dikatakan sebagai pembatas antara tiga kabupaten, tetapi sampai sekarang batas wilayah antarkabupaten belum pernah dilakukan secara remi oleh pemerintah Provinsi Papua. Batas wilayah yang ada adalah menurut masyarakat yang hidup di wilayah perbatasan antara kabupaten.

Jembatan Meteor Sungai Mamberamo yang menjadi pembatas wilayah Kabupaten Yalimo dan Kabupaten Jayapura. foto paskalis keagop/tspp.

“Oleh karena itu, kami minta pemerintah Provinsi Papua segera lakukan pemetaan batas wilayah administrasi pemerintahan antarkabupaten di Papua, khususnya di wilayah antara Kabupaten Jayapura – Yalimo – Jayawijaya dan Pegunungan Bintang agar kita bisa tahu batas wilayah Yalimo sampai di mana? Supaya tidak terjadi perebutan wilayah dan masyarakat yang ada di wilayah perbatasan”, ujar Lakius Peyon di hadapan masyarakat Kampung Kutakuruk, yang kini telah dilantik menjadi Bupati Yalimo.

Kepala Kampung Kutakuruk, Niko Kigabri mengatakan kampung yang dipimpinnya belum ada gedung sekolah, sehingga untuk sementara proses belajar-mengajar menggunakan tenda. Sekolah hanya kelas umum diajarkan oleh seorang guru relawan asal suku Biak.

Kampung Kutakuruk baru dibuka pada 2013 dengan jumlah 330 kepala keluarga yang masuk wilayah Distrik Benawa Kabupaten Yalimo. Jembatan Sungai Mamberamo yang menghubungkan Kabupaten Jayapura dan Yalimo, panjangnya 26,36 meter.

Ada 226 jembatan dan gorong-gorong berukuran kecil dan besar yang akan dibangun untuk memuluskan jalan dari Jayapura menuju Distrik Benawa Kabupaten Yalimo.

paskalis keagop

Pegawai Boleh Kerja Dua Minggu dalam Sebulan

Pemerintah Kabupaten Yalimo jalin kerjasama dengan tiga maskapai penerbangan di Elelim untuk melayani para guru dan tenaga medis yang bertugas di distrik dan kampung terpencil. Mereka hanya bekerja dua minggu dalam sebulan.

Bupati Yalimo Lakius Peyon saat tiba di Bandara Elelim Kabupaten Yalimo. foto gabriel maniagasi/tspp.

PERJANJIAN kerjasama antara pemerintah Kabupaten Yalimo dan tiga maskapi penerbangan itu dimuat dalam sebuah nota kesepakatan yang ditandatangani Bupati Yalimo, Lakius Peyon dan pimpinan perusahaan penerbangan di Elelim, pada Senin 20 Maret lalu.

Pesawat gratis yang disediakan pemerintah Kabupaten Yalimo ini khusus untuk melayani guru-guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di distrik dan kampung terpencil. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja para pegawai.

Selama ini banyak distrik dan kampung di wilayah terpencil yang tidak punya guru dan tenaga medis karena tidak tersedia sarana transportasi udara maupun darat untuk melayani mereka. Kalaupun ada, jadwal penerbangannya tidak tentu dan harganya mahal.

Para aparatur sipil negara Kabupaten Yalimo bersiap di bandara Elelim untuk menyaksikan penandatanganan kerjasama dengan perusahaan penerbangan untuk melayani masyarakat. foto gabriel maniagasi/tspp.

 “Sehingga kalaupun ada guru dan tenaga kesehatan yang ditugaskan ke sana, mereka tidak mau dengan alasan tidak ada transportasi. Dan kalaupun ada yang bertugas tapi tidak pernah ke kota bertemu dengan keluarganya karena tidak ada transportasi. Sehingga, kita melakukan kerjasama dengan pihak penerbangan untuk mengantarjemput para guru dan tenaga kesehatan ke kota maupun ke tempat tugas secara gratis dan bergiliran”, ujar Lakius Peyon usai penandatanganan nota kesepakatan kerjasama di Elelim, ibukota Kabupaten Yalimo.

Kebijakan itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah guru-guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di sana lari dari tempat tugas serta mendorong pegawai negeri yang tidak mau tugas di daerah terpencil dan hanya tinggal di kota makan gaji buta bisa pergi ke tempat tugasnya. “Jika kebijakan ini dilakukan dan tidak ada yang berubah, maka pegawai yang bersangkutan akan langsung diberi sanksi tegas berupa pemecatan”, tegas Bupati Yalimo.

Karena itu, pemerintah Kabupaten Yalimo melakukan kerjasama dengan tiga maskapai penerbangan perintis di Papua, yakni AMA, YAJASI dan Cenderawasih guna menyediakan layanan penerbangan prioritas kepada guru, petugas kesehatan dan pegawai distrik yang bertugas di daerah-daerah terpencil di Kabupaten Yalimo.

Penandatanganan perjanjian kerjasama itu dilakukan dalam sebuah apel bersama di bandar udara Elelim, pada Senin 20 Maret dihadiri seluruh aparat sipil negara Kabupaten Yalimo.  Dalam penandatangan nota kesepakatan itu Pemerintah Kabupaten Yalimo diwakili Bupati Yalimo, Lakius Peyon dan pihak tiga perusahaan penerbangan diwakili Direktur Operasi PT. AMA, Mr Bob.

Pesawat AMA saat mendarat di Bandara Elelim, Kabupaten Yalimo. foto paskalis keagop/tspp

Bupati Yalimo, Lakius Peyon dalam sambutannya mengatakan pemerintah daerah sangat serius untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan untuk meningkatkan pelayanan, itu harus dimulai dari aparatnya disejahterakan dulu, dengan menyediakan penerbangan gratis khusus kepada guru, petugas kesehatan dan pegawai distrik.

“Mereka itu akan bekerja selama dua minggu di tempat tugas. Setelah itu, mereka keluar istirahat di kota, lalu diganti dengan temannya yang lain masuk ganti laksanakan tugas selama dua minggu. Setelah itu mereka akan keluar istirahat di kota, dan yang sudah istirahat masuk lagi. Jadi nanti roling setiap dua minggu”, jelas Lakius.

Selama ini, para pegawai yang bertugas di pedalaman merasa tidak nyaman karena harus berpisah dengan keluarga dalam waktu yang cukup lama. Keluarga tinggal di kota dan dia sendirian hidup bertugas di pedalaman. 

Karena itu, bupati dan wakil bupati Yalimo periode 2016 – 2021 mengambil kebijakan yang cukup manusiawi dengan memberikan kesempatan kepada aparatnya untuk bertugas hanya enam bulan dalam setahun dan enam bulan berikutnya istirahat untuk bisa berkumpul dengan keluarganya.

“Setiap bulan hanya dua minggu bertugas dan dua minggu istirahat. Jadi ditotalkan enam bulan tugas dan enam bulan istirahat. Hal ini hanya terjadi di Yalimo, tidak ada di seluruh dunia”, ujar Lakius Peyon, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh pegawai yang hadir dalam apel di lapangan.

Dari ketiga maskapai penerbangan yang melakukan kerjasama itu, AMA dan YAJASI berkantor pusat di Sentani dan penerbangan Cenderawasih berkantor pusat di Wamena.

Bandara Elelim Kabupaten Yalimo. foto paskalis keagop/tspp

Direktur Operasional AMA, Bob mengatakan perjanjian kerjasama ini merupakan kelanjutan kerjasama yang telah dirintis oleh pemerintah Kabupaten Yalimo pada beberapa waktu lalu, sehingga momentum ini semakin diperkuat dengan adanya MoU yang baru saja di tandatangani. Jenis pesawat yang dimiliki PT. AMA terdiri dari jenis pilatus, dan caravan yang dapat dioperasionalkan oleh pilot yang siap ditugaskan untuk melayani rute penerbangan khusus yang telah disepakati. Namun AMA dan dua perusahaan penerbangan lainnya dan dinas teknis terkait akan melakukan penjadwalan dan proses administrasi sehingga secara teknis mudah diatur dan dioperasionalkan.

Bupati Yalimo saat apel bersama itu mengatakan apabila pemerintah tidak memberikan layanan publik yang baik dan benar kepada masyarakat, maka pemerintah telah melanggar hak asasi manusia dari masyarakat. Hak azasi manusia bukan hanya soal menghilangkan nyawa seseorang, tapi dalam lingkup sosial, budaya, pelayanan publik dalam bidang pendidikan dan kesehatan juga menjadi hak-hak sosial, ekonomi,  dan budaya.

Karena itu, masyarakat berhak mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas dari pemerintah di bidang pendidikan dan kesehatan. Sehingga, untuk melaksanakan tugas itu, para guru dan tenaga kesehatan sebagai pemerintah wajib menjalankan tugas itu untuk memenuhi hak masyarakat. “Sehingga, apabila petugasnya tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, maka itu dianggap mereka telah melanggar hak azasi masyarakat”, ujar Lakius.

Sumberdaya dana untuk membiayai perjanjian kersama ini, berasal dari dana otonomi khusus dan dana alokasi khusus Tahun Anggaran 2017 Kabupaten Yalimo. Dalam operasionalnya akan diawasi langsung oleh inspektorat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dan melibatkan kepala-kepala suku di Kabupaten Yalimo. “Atas nama masyarakat, kepala-kepala suku yang akan mengawasi pelaksanaan perjanjian kerjasama ini”, ujar Bupati Yalimo mengakhiri sambutannya.

Pasangan bupati dan wakil bupati Yalimo periode 2016 – 2021 mengemban visi dan misi untuk mewujudkan Yalimo yang mandiri, berdaya saing dan sejahtera.

gabriel maniagasi (elelim)