Makar

Aku ingin menulis puisi,
yang tidak semata-mata berurusan dengan cuaca,
warna, cahaya, suara, dan mega.
.. Aku ingin menulis puisi bagi para pensiunan
yang pensiunnya dipersulit otorisasinya,
tahanan politik dan criminal,
siapa juga yang tersiksa,
sehingga mereka ingat bahwa keadilan
tak putus diperjuangkan..
(Taufiq Ismail : Aku Ingin Menulis Puisi, yang)

MENGAPA hantu bernama makar masih terus bergentayangan dan mengincar mangsanya di Papua?
Puisi yang dikutip di sini merupakan seruan kepada siapa juga yang tersiksa, termasuk para tahanan politik, untuk selalu menginsafi bahwa keadilan itu tidak jatuh dari langit. Tapi, tak putus diperjuangkan, alias harus diikhtiarkan terus-menerus. Bahkan tak jarang pula dengan biaya sosial yang sangat mahal. Continue reading

26 April

Mungkin saudara pikir apa yang saya lakukan tolol, tapi saya akan lakukan apa yang saya pikirkan bagi masyarakat saya sebelum saya mati. (Arnold Clemens Ap)

TIDAK seperti di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini peringatan kematian budayawan Papua, Arnold Clemens Ap , 26 April, dilakukan bahkan secara terbuka melalui arak-arakan ke pemakaman umum Abepura, Jayapura (tempat peristirahatan terakhir Arnold A dan rekannya, Eduard Mofu). Tak banyak memang yang ikut memperingati. Boleh jadi, banyak yang sudah tak ingat lagi pada prahara budaya ini. Continue reading