Waktu Pemakaman Massal Ditunda

KABAR penundaan waktu pemakaman massal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Herry Dosinaen kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura. Prosesi pemakaman massal yang direncanakan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Lukas Enembe itu karena proses identifikasi jenazah oleh Tim DVI Polda Papua di Rumah Sakit Bhayangkara Kotaraja, Jayapura belum tuntas.   

Liang lahat yang telah disiapkan untuk pemakaman secara massal korban bencana alam Sentani berlokasi di Pekuburan Kholoy Kampung Harapan Sentani Timur. Rabu, 20 Maret 2019. foto Paskal Keagop.

“Selain itu, jika dimakamkan secara massal, ternyata ada keluarga korban yang keberatan ingin memakamkannya sendiri, itu akan menjadi masalah usai pemakaman massal. Sehingga, hal-hal semacam itu, harus diselesaikan dulu baru bisa dilakukan pemakaman”, ujar Ketua Rukun Warga 05 Kampung Nolokla, Viktor Suangburaro, yang menerima kabar penundaan pemakaman melalui telepon selulur dari Pemerintah Kabupaten Jayapura, pada Rabu 20 Maret pukul 10.25 siang.

Sebanyak 40 jenazah korban bencana alam Sentani akan dimakamkan secara massal dalam satu liang lahat berukuran 4×20 meter yang telah disiapkan pemerintah Kabupaten Jayapura di Pekuburan Kholoy Kampung Harapan Sentani Timur. Proses penggalian liang lahat itu dilakukan selama dua hari sejak Selasa 19 Maret hingga tuntas pada Rabu, 20 Maret, dan proses pemakamannya baru akan dilaksanakan pada besok hari Kamis 21 Maret pukul 10.00 pagi.

“Liang lahat yang sudah disiapkan itu cukup untuk memuat 40 peti jenazah. Walaupun jumlah peti jenazahnya banyak, tapi bisa cukup, karena kita sudah ukur sesuai ukuran panjang dan lebar tiap peti jenazah. Pengaturannya akan disusun berjejer empat”, ujar Viktor Suangburaro, yang ditugaskan mengkoordinir penggalian makam bagi korban bencana alam Sentani.

paskal

Jalan Menuju Tempat Pemakaman Massal Sempat Dipalang

JALAN masuk menuju lokasi pemakaman massal jenazah korban bencana alam Sentani sempat dipalang oleh keluarga Marthen Ohee, pada Rabu 20 Maret 2019 pagi. Namun aksi pemalangan hanya bertahan selama dua setengah jam dan akhirnya bisa dibuka pukul 11.30 siang atas pendekatan kekeluargaan yang dilakukan oleh Kapolsek Sentani Timur, AKP Heri Wicahya bersama Ondoafi Sentani Timur, Moses Ohee di kediaman Marthen Ohee di Kampung Harapan.

Palang jalan naik menuju lokasi pemakaman massal korban bencana alam Sentani di atas bukit Pekuburan Kholoy Kampung Harapan Sentani Timur Kabupaten Jayapura. Rabu, 20 Maret 2019. foto Paskal Keagop.

“Soal tuntutan pembayaran biaya gusur lahan itu, bukan urusan saya. Tapi itu urusan pemerintah daerah. Tanggung jawab saya agar proses pemakaman massal korban bencana alam ini bisa berjalan lancar dan aman”, ujar Heri Wicahya di Pekuburan Kholoy Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura, Rabu 20 Maret pukul 12.00 siang.

Lokasi pemakan massal yang terletak di atas puncak bukit itu sebelumnya telah digusur oleh Marthen Ohee dengan menyewa alat berat untuk memakamkan salah seorang anggota keluarganya yang meninggal beberapa waktu lalu. Marthen menggunakan biaya sendiri sebesar 12 juta rupiah untuk menyewa alat berat meratakan puncak bukit itu.

Kapolsek Sentani Timur, AKP Heri Wicahya dan Ondoafi Sentani Timur, Moses Ohee (baju bergaris) saat memantau penggalian kuburan massal di Pekuburan Kholoy Kampung Harapan Distrik Sentani Timur. Rabu, 20 Maret 2019. foto Paskal Keagop.

“Sehingga dia minta harus ganti biayanya dulu baru, lokasi itu bisa digunakan untuk pemakaman massal jenazah korban bencana alam. Soal mengganti biaya itu bisa, tapi jangan memalang untuk menghalangi pemakaman massal. Dia memalang jalan karena dia bangun jalan naik ke bukit dengan biaya sendiri, bukan dia palang lokasi pemakaman massal, karena dia bukan pemiliknya. Kalau soal tanah itu ada yang punya, Sang Pencipta”, ujar Ketua Rukun Warga 05 Kampung Nolokla, Viktor Suangburaro di Kampung Harapan, Rabu siang.

Sementara Ondoafi Sentani Timur, Moses Ohee yang ditemui di lokasi pemakana massal mengatakan sudah tidak ada masalah lagi, sekarang tinggal tunggu proses pemakaman jenazah besok Kamis, 21 Maret pukul 10.00 pagi. Kami sudah siap”, ujarnya.

Rencana pemakaman 40 jenazah korban bencana alam secara massal di Pekuburan Kholoy Kampung Harapan Distrik Sentani Timur Kabupaten Jayapura hendak dilaksanakan pada Rabu 20 Maret 2019 pukul 13.00 siang, yang akan dihadiri Gubernur Papua Lukas Enembe bersama pemerintah Kabupaten Jayapura, tetapi ditunda pemakamannya ke hari Kamis, 21 Maret 2019 pukul 10.00 siang nanti.

paskalis keagop