Bupati Kabupaten Yalimo Periode: 2016 – 2021

Bupati Yalimo Er Dabi

Bupati Yalimo Er Dabi

SEBELUM terjun ke dunia politik, Er Dabi bekerja di Yayasan Yakpesmi milik Gereja Jemaat Reformasi Papua (GJRP) yang melayani masyarakat Suku Yali Kabupaten Jayawijaya. Jabatan di yayasan ini dimulainya dengan menjadi pengasuh asrama anak sekolah asal Suku Yali di Wamena, kemudian dipercaya menjadi Bendahara Umum sekaligus memberikan pelatihan keuangan bagi klasis-klasis GJRP yang ada dibawahnya. Dari jabatan Bendahara, Er Dabi diangkat menjadi Sekretaris dan akhirnya menjadi Direktur Yakpesmi selama dua periode.

Melalui yayasan milik GJRP ini, Er Dabi memberikan perhatian penuh bagi pembangunan sumberdaya manusia Suku Yali. Sistem pendidikan yang diterapkan para misionaris selama itu yang hanya diarahkan untuk semua orang Yali hanya boleh sekolah menjadi pendeta, guru dan mantri, dia arahkan untuk semua orang Yali sekolah di semua jurusan untuk masa depan Suku Yali yang lebih baik agar bisa bersaing dengan sumberdaya manusia suku lain di pemerintahan maupun di sektor lain.

Selain mengarahkan anak-anak suku Yali sekolah di semua jurusan, juga yang lainnya dia bina melalui kursus mengemudi, kursus pertukangan, kursus berbengkelan, kursus mengetik dan lainnya. Er Dabi berani merubah kebiasaan para misionaris karena dia anggap, cara para misionaris itu membuat orang Yali tidak ada yang bisa kerja di bidang lain. Seperti menjadi politisi, polisi, tentara, dokter, pilot, sehingga tidak ada orang Yali yang memegang jabatan di pemerintahan Kabupaten Jayawijaya.

Orang Yali selama menjadi satu dengan Kabupaten Jayawijaya hanya menjadi staf biasa yang ada di lapangan. Tidak ada yang duduk di kantor-kantor sebagai kepala dinas atau kepala seksi. Di DPRD juga tidak ada orang Yali, dan tidak ada juga orang Yali yang menjadi pimpinan dan pengurus partai politik.

Keadaan itu terjadi karena tidak banyak orang Yali yang bersekolah dan kalau pun ada yang sekolah tapi semuanya diarahkan misionaris untuk hanya sekolah menjadi pendeta, guru dan mantri. Pada waktu itu, para misionaris berpandangan bahwa, kalau sekolah di jurusan lain akan membuat kekacauan di masyarakat. Tapi pandangan ini dirubah oleh Er Dabi selama memimpin Yayasan Yakpesmi untuk merubah cara pandangan anak Yalimo tentang pendidikan yang sesungguhnya untuk masa depan yang lebih baik.

Er Dabi kerja di Yakpesmi mulai tahun 1989 sampai 2003, dan pada 18 Juni 2003, masyarakat Suku Yali mengangkat dia jadi Ketua Tim Sukses Pemekaran Kabupaten Yalimo. Tim sukses ini bekerja selama enam tahun sejak 2003 sampai 2007 dan akhirnya pada 6 Desember 2007, Rancangan Udang-Undang Pemekaran Daerah Otonom Baru Yalimo disahkan DPR RI dan ditandatangani Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menjadi UU Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pemekaran Daerah Otonom Baru Yalimo, pada 4 Januari 2008.

Selama mengurus pemekaran Kabupaten Yalimo di Jakarta itu yang sekaligus, Er Dabi mendaftar di kantor DPP Partai Demokrat Indonesia di Jakarta dan menjadi Ketua DPC Partai Demokrat di Jayawijaya pada 2003.

Hasilnya, tidak sia-sia. Pada Pemilu legislatif 2004, Partai Demokrat Jayawijaya mendapat satu kursi, dan Er Dabi menjadi Anggota DPRD Jayawijaya periode 2004 – 2009. Dia terpilih dari wilayah Distrik: Apalapsili, Kobakma, Abenaho dan Kurulu. Pada Pemilu 2004 itu, ada tiga orang Yali yang terpilih menjadi anggota DPRD Jayawijaya.

Tiga orang Yali ini kemudian menjadi kekuatan di DPRD Jayawijaya untuk mempengaruhi anggota DPRD yang lain untuk mendorong pemekaran Kabupaten Yalimo, dan akhirnya perjuangan itu terwujud pada 6 Desember 2007 wilayah Suku Yali disahkan menjadi Kabupaten Yalimo oleh DPR RI.

Dan tahun 2009, Kabupaten Yalimo ikut Pemilu legislatif dan memiliki DPRD sendiri, tidak lagi bersatu dengan DPRD Jayawijaya. Pada Pemilu itu, Partai Demokrat Yalimo dapat tiga kursi, dan Er Dabi masuk lagi menjadi Anggota DPRD pertama Kabupaten Yalimo periode 2009 – 2014, dan dia duduk sebagai Wakil Ketua Dewan.

Namun jabatan wakil ketua ini tidak dipegang lama, karena pada 2010, Er Dabi maju dalam pencalonan bupati. Dan dalam Pemilu, dia terpilih menjadi Bupati Yalimo pertama periode 2010 – 2015.

Setelah terpilih menjadi Bupati, tugasnya sangat berat karena Yalimo saat itu masih hutan rimba dan sumberdaya manusia tidak tersedia. Lembaga-lembaga pendidikan juga tidak tersedia. Yang ada cuma beberapa sekolah dasar yang dibuka dan dikelola oleh Gereja Kristen Injili di Irianjaya (GKI) dan Gereja Jemaat Reformasi Papua yang masuk ke wilayah Suku Yali sekira 1984. Sedangkan sekolah setingkat SMP dan SMA tidak ada, semuanya ada di Wamena.

“Jadi kalau ada anak-anak Yali yang mau melanjutkan ke SMP dan SMA harus ke Wamena”, kata Er Dabi saat ditemui di Jayapura. Selain itu, orang-orang Yali yang mau diangkat jadi kepala-kepala dinas juga tidak ada. Yang ada sedikit itu sudah kerja di Yahukimo, dan Tolikara. Termasuk infrastruktur juga tidak tersedia. Kondisi ini membuat, Er Dabi memulai pembangunan segala bidang di Yalimo dari nol.

Er Dabi lahir di Kampung Siali, pada 6 Maret 1967. Dia anak kedua dari empat bersaudara. Pendidikan formalnya dimulai dari SD YPK Landikma lulus 1983, dan masuk SMP YPK Wamena lulus 1986. Dan dia melanjutkan ke Sekolah Pendidikan Guru Agama Kristen YPK Wamena, tamat 1989. Er Dabi lulus sekolah khusus bahasa Inggris di Piramid tahun 2000.

Setamat SPGAK, Er Dabi dipercaya menjadi pengasuh asrama anak-anak sekolah asal Suku Yali di Wamena dengan menerima honor sebesar Rp 600 ribu perbulan. Selain itu dia bekerja secara serabutan menjadi sopir angkutan umum dalam kota Wamena, tapi lebih banyak menyetir mobil jenis hardtop angkut barang dan manusia dari Wamena ke Elelilm, Kelila dan Pirime.

Honor pengasuh asrama sebesar Rp 600 ribu perbulan, ditambah dengan pendapatan dari menyetir mobil digunakan untuk biaya kebutuhan hidup keluarga setiap hari. Ada juga sebagian pendapatannya digunakan untuk membiayai anak-anak sekolah yang kesulitan biaya.

Selama sekolah di SD Landikma dan masuk SMP di Wamena, Er Dabi bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang misionaris berkebangsaan Belanda yang bekerja sebagai Pendeta dan Pilot Helikopter. Honor yang diterima dari pekerjaan, seperti mencuci piring, mencuci pakaian, merawat taman halaman rumah, babat rumput di halaman rumah dan lainnya itu sebesar tiga ratus rupiah perbulan. Honor itu digunakan untuk membiayai sekolahnya.

Selama sekolah di SPGAK, Er Dabi tinggal di asrama dan diangkat jadi Ketua untuk memimpin teman-temannya, dan setelah lulus langsung diangkat jadi pengasuh asrama itu. Peraturan yang diterapkan selama Er Dabi sekolah sangat ketat. “Kita ikut aturan sistem Belanda, sehingga disiplinnya sangat tinggi”, kata ER Dabi, yang menerapkan aturan itu dalam hidupnya. Hasil binaannya selama itu sudah banyak anak asrama asal Yali di Wamena yang sudah berhasil, ada yang sudah master, dan doktor.

Selama bekerja di Yayasan Yakpesmi ini yang membuat Er Dabi kenal banyak oarng di luar negeri, yang kemudian memberi dukungan untuk melaksanakan banyak program pengembangan masyarakat untuk Suku Yali dibidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan lainnya.

Saat maju jadi Calon Bupati Yalimo periode pertama: 2010 – 2015, Er Dabi mempercayakan Lakius Peyon jadi Ketua Tim Suskes pasangan Er Dabi – Arkelaus Asso, dan pasangan ini berhasil terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Yalimo periode pertama.

Atas keberhasilannya itu, dan sebagai rasa terima kasihnya, pada periode kedua ini, Er Dabi berpasangan dengan Lakius Peyon maju dalam pencalonan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo periode: 2016 – 2021.

Er Dabi mengatakan alasan memilih Lakius Peyon menjadi Wakil Bupati karena: 1) pada pencalonan bupati periode pertama Lakius jadi Ketua Tim Sukses itu sudah kerja keras dan usianya masih sangat muda, “sehingga tidak mungkin saya ambil orang lain”.

Alasan ke-2) Dia berasal dari wilayah Welarek agar ada perwakilan masyarakat Welarek di pemerintahan. Pemilih di wilayah Welarek yang menjadi basis massanya sebanyak 14.000 orang. Tapi dalam pemilihan, 5.000 orang keluar pilih pasangan lain. Hanya 9.000 orang yang pilih Lakius. Sedangkan pemilih dari “wilayah saya ada 23.700 orang. Tapi ada 600 orang yang lari pilih pasangan lain. Dan sebanyak 23.100 orang yang pilih saya”, ujar Er Dabi.

Pembangunan Yalimo dibawah kepemimpinan Bupati Er Dabi dan Wakil Bupati Lakius Peyon pada periode 2016 – 2021 akan mengutamakan pembangunan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan infrastruktur. “Tapi kita dua akan lebih mengutamakan pendidikan. Karena kalau sumberdaya manusia sudah banyak, maka pembangunan dengan sendirinya akan berkembang lebih cepat”, ujarnya saat ditemui di Jayapura. Kamis, 23 Juni lalu.

Er Dabi memiliki seorang istri bernama Letink Peyon, dan telah dikaruniai tiga anak laki-laki dan telah memiliki seorang cucu. Ketiga anaknya bernama: Erdi Dabi, Silaben Dabi (alm), dan Marten Dabi.∎ Paskalis Keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *