Biarlah Segala yang Bernafas Memuji Tuhan

Pesta Paduan Suara Gerejawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura sukses digelar selama empat hari di Sentani. Berbagai denominasi gereja bersatu memuliakan nama Tuhan lewat puji-pujian.

PEMBUKAAN Pesta Paduan Suara Gerejawi atau Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura, dilakukan Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin pada Sabtu 28 Mei 2016 di Stadion Barnabas Youwe Sentani. Pembukaan Pesparawi itu dilaksanakan pada momen Pencanangan Kabupaten Jayapura sebagai Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama.

Pada pencanangan zona integritas kerukunan beragama itu sekaligus menandai pembukaan Pesparawi pertama tingat Kabupaten Jayapura dan Musabaqah Tilawatil Qu’ran atau MTQ ke- 26 tingkat Provinsi Papua tahun 2016.

Pesparawi dimulai Sabtu 28 Mei hingga ditutup 2 Juni 2016. “Saya lihat acara ini berjalan sukses karena panitia bekerja dengan penuh semangat”, kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw dalam sambutan penutupan Pesparawi di Jalan Dunlop Sentani.

Dalam lomba Pesparawi itu, Gereja Marthen Luther Sentani keluarga sebagai juara umum dari berbagai kategori yang dilomabakan dalam Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura.

Mathius menilai keberhasilan itu bisa dicapai karena persiapannya yang sangat baik sehingga hasilnya juga akan lebih baik. “Pesparawi merupakan salah satu cara bagaimana kita memuliakan nama Tuhan melalui puji-pujian yang kita panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus Sang Juru Selamat umat manusia. Untuk itu, selain hasil yang terbaik juga harus benar-benar serius dalam memuliakan nama Tuhan”.

Pencanangan Zona Integritas Kerukunan beragama, ini merupakan yang pertama kali terjadi di Indonesia. Untuk itu apa yang dilakukan di Kabupaten Jayapura ini, diharapkan bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. “Karena apa yang kita lakukan ini merupakan gambaran mini dari landasan negara, yaitu Pancasila, dimana menganut perbedaan tetapi satu semangat dari bingkai NKRI”, jelas Awoitauw dalam sambutan penutupan Pesparawi.

Pada acara pembukaan Pesparawi dan MTQ yang dirangkai dalam pencanangan zona integritas kerukunan hidup umat beragama itu dihadiri Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, Ketua FKUB Papua Lipiyus Bilinuk, Kepala Bappeda Papua, Moh. Abud Musa’ad dan para pejabat teras Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura, lima pimpinan agama serta peserta Pesparawi dan MTQ dari 19 kabupaten dan kota di Tanah Papua.

Sebelum acara pencanangan, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin melakukan pertemuan dengan pemerintah Provinsi Papua, pemerintah Kabupaten dan kota di Papua, seluruh tokoh FKUB, kepala kantor agama kabupaten/kota se-Papua, tokoh adat dan tokoh Paguyuban. Pertemuan itu melibatkan sekira 300 orang di kantor bupati.

Ketua Panitia Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura, Magdalena Luturmas Awoitauw mengatakan Pesparawi diikuti 1.800 peserta dari berbagai dedominasi gereja yang ada di Kabupaten Jayapura. “Harapan kami, penyelenggaraan Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura ini dapat berjalan sebagaimana yang kami harapkan bersama, yang dilaksanakan bersamaan dengan pencanangan zona integritas kerukunan hidup umat, sehingga benar-benar sukses”.

Setelah empat hari lamanya memuliakan Tuhan dengan puji-pujian, akhirnya pesta paduan suara gerejawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura ditutup secara resmi oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw di kediamannya, Kamis 12 Juni malam.

Dalam lomba, Tim Pesparawi Gereja Marthen Luther Sentani meraih juara di hampir semua kategori dan sekaligus keluar sebagai juara umum.

Semula Pesparawi direncanakan pelaksanaannya pada bulan Februari bertepatan dengan Hari Pekabaran Injil. Tapi, dilihat waktunya sangat mepet sehingga diundur hingga dilaksanakan pada 28 Mei – 2 Juni bersamaan dengan MTQ ke-26 tingkat Provinsi Papua.

Pesparawi dapat terselenggara karena usulan semua pihak. “Usulan ini kita respon dan akhirnya kita dapat saksikan hari ini. Masyarakat begitu antusias dan pesertanya juga cukup banyak, kata Mathius Awoitauw.

Pelaksanaan Pesparawi dan MTQ secara bersamaan itu merupakan yang pertama dalam sejarah Kristen dan Islam di dunia. Dua agama besar berbeda yang gabung dalam satu momen. Sehingga pemerintah meresponnya dengan memberi ruang bagi semua pihak untuk memuliakan nama Tuhan yang telah berlangsung pada 28 Mei sampai 2 Juni lalu.

“Tujuan pelaksanaan ini untuk bagaimana persekutuan di gereja-gereja di Kabupaten Jayapura karena kita ada di dalam satu persekutuan sebagai anak-anak Tuhan dan dapat bersatu dalam group-group paduan suara. Itu berarti tanpa adanya perbedaan sedikitpun diantara gereja-gereja. Itu sudah terlihat, ada paduan suara akbar untuk dewasa campuran, anak-anak, mereka datang dari berbagai gereja dan sekolah”, ujar Awoitauw.

Bupati yakin saat ini Tuhan sedang menaungi umat di Kabupaten Jayapura dan Tuhan bertahta di atas puji-pujian. Maka percayalah beberapa hari puji-pujian telah diberikan kepada Tuhan, maka akan diberikannya pergumulan yang dilakukan oleh kabupaten ini untuk masa depan. “Toleransi, keberagaman, persekutuan yang sedang kita perjuangkan dan ingin ciptakan di Kabupaten Jayapura ini untuk Papua dan juga untuk Indonesia”.

Mathius Awoitauw mengucapkan terima kasih kepada Kapolres dan Dandim Jayapura, atas dukungan yang diberikan sehingga penyelenggaraan pencanangan zona integritas kerukunan sekaligus pembukaan Pesparawi dan MTQ berlangsung sesuai harapan.

“Pimpinan adat, pimpinan gereja, saya juga mengucapkan terima kasih karena doa-doa sudah dinaikkan berbulan-bulan yang lalu untuk pelaksanaan acara ini. Apa yang kita lakukan hari ini, dan beberapa hari yang lalu, semuanya semata-mata untuk kemuliaan nama Tuhan, sehingga dalam penutupan ini kita harus naikkan syukur kehadirat Tuhan Yang Mahakuasa”, ujar Awoitauw.

Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura 2016 dilaksanakan di bawah tema “Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan. Aleluya”. Diambil dari Kitab Mazmur 150:6.

Penyelenggaraan Pesparawi pertama tingkat Kabupaten Jayapura diikuti oleh 19 distrik dan gereja-gereja di wilayah Kabupaten Jayapura serta paguyuban yang ada di Kabupaten Jayapura dengan empat kategori lomba, yaitu 1) Paduan suara campuran dewasa, dengan jumlah peserta 874 orang. 2) Paduan suara anak, dengan jumlah peserta 709 orang. 3) Solo anak, dengan jumlah peserta 58 orang. 4) Vokal group, dengan jumlah peserta 131 orang. Total peserta Pesparawi sebanyak 1.772 orang.

Jumlah peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi dan Musabaqah Tilawatil Qu’ran yang mengikuti lomba selama empat hari di Sentani Kabupaten Jayapura sebanyak 2.202 orang.

Ketua Panitia Pesparawi, Magdalena Luturmas Awoitauw mengatakan sasaran kegiatan Pesparawi adalah semua kelompok usia di 19 distrik di Kabupaten Jayapura. Dalam lomba dibagi dalam beberapa kelompok umur, diantaranya kelompok anak-anak, remaja, orang dewasa dan campuran. Tujuannya sebagai sarana bersekutu. Tim Juri Pesparawi terdiri dari Haidah Simanjuntak sebagai koordinator, Agus Samori dan Yakoba Womsiwor. Pesparawi 2017 akan digelar di Kaimana.∎ Paskalis Keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *