BAWASLU PAPUA GELAR PELATIHAN SAKSI PEMILU

Bersama rakyat awasi Pemilu, bersama Bawaslu tegakkan keadilan Pemilu.

BADAN Pengawas Pemilu Provinsi Papua menggelar pelatihan saksi bagi peserta Pemilu 17 April 2019 selama sehari di Hotel Sahid Entrop, Jayapura, Sabtu 6 April  lalu. Pelatihan saksi itu digelar dalam kerangka Pemilu Presiden dan wakil presiden RI, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, kabupaten dan kota. Pelatihan itu dilaksanakan hanya diperuntukkan bagi saksi calon anggota DPD RI.  

foto paskal keagop/tspp

Pelatihan saksi peserta Pemilu yang semula dijadwalkan akan dimulai pukul 09.00 pagi, molor, hingga baru dimulai pada pukul 10.10 pagi, karena saksi peserta Pemilu yang telat hadir. Tak semua calon anggota DPD RI mengirim saksinya untuk ikut pelatihan saksi yang digelar oleh Badan Pengawas Pemilu Provinsi Papua.

Jumlah calon anggota DPD RI Daerah Pemilihan Papua yang akan bertarung dalam Pemilu 2019 sebanyak 14 calon. Mereka memperebutkan empat kursi DPD RI yang dialokasikan untuk wakil rakyat Papua di lembaga DPD RI. Empat calon anggota DPD yang akan lolos ke Senayan adalah calon perolehan suara terbanyak peringkat satu sampai peringkat empat. Nomor urut calon anggota DPD RI perwakilan Papua itu dimulai dari Nomor Urut: 21 – 34.   

foto staf Bawaslu Papua/tspp

Koordinator Divisi Organisasi Bawaslu Papua, Cipto Wibowo mengatakan Ketua Bawaslu Papua, Metusalah Infandi dan beberapa anggotanya tidak hadir dalam pelatihan itu karena sedang melaksanakan tugas sosialisasi Pemilu di daerah-daerah.

“Pelatihan saksi peserta Pemilu anggota DPD ini dilaksanakan untuk penyamaan persepsi di tempat pemungutan suara. Karena saat Pemilu nanti ada tiga pihak yang bertugas di TPS, yaitu KPPS, pengawas TPS dan saksi peserta Pemilu, yang akan bertugas melaksanakan Pemilu di lapangan”, ujar Wibowo, yang sekaligus menjadi pemateri tunggal dalam pelatihan itu.

Wibowo mengatakan, pada Pemilu 17 April nanti tidak ada rapat pleno rekapitulasi penghitungan surat suara di tingkat TPS atau kampung seperti pada Pemilu-pemilu sebelumnya. Pemilu kali ini, di TPS hanya menggelar pencoblosan, setelah itu semua surat suara bersama kotak suara dibawa ke distrik. Pleno rekapitulasi perolehan suara hanya akan dilakukan di Panitia Pemilihan Distrik (PPD), tidak ada lagi pleno penghitungan suara di TPS.

Ada tiga kategori pemilih dalam Pemilu nanti, yaitu pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), pemilih dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) serta pemilih dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK).

“Dan saat Pemilu nanti, tak semua pemilih di sebuah TPS mendapat lima kertas suara untuk mencoblos, karena akan disesuaikan dengan alamat tempat tinggal pemilih yang tercancum di KTP. Misalnya, jika ada pemilih dari Dapil A Kota Jayapura, tapi saat Pemilu dia berada di Dapil B, maka dia hanya berhak mendapat empat kertas suara saja, yaitu kertas suara presiden, DPR RI, DPD dan DPR provinsi. Sedangkan kertas suara untuk anggota DPRD Kota Jayapura, dia tidak dapat karena alamat domisilinya beda”.

Begitupun kalau ada pemilih dari provinsi lain yang saat Pemilu dia berada di Papua, maka dia hanya dikasih tiga kertas suara saja untuk mencoblos, yaitu kertas suara untuk pasangan presiden, DPR RI, dan DPD RI. Dia tidak berhak mendapat kertas suara untuk DPRD kabupaten dan DPRD provinsi.

Foto paskal keagop/tspp

Cipto Wibowo mengatakan saat Pemilu nanti, KPU harus tempel tiga jenis daftar nama pemilih di TPS, dan juga akan dipegang oleh panitia pemungutan suara (PPS). “Selama saksi peserta Pemilu ada di TPS, dilarang untuk membantu tugas-tugas KPPS apapun yang ada di TPS. Saksi hanya memastikan apakah pemilih yang datang coblos di TPS itu sudah sesuai dengan yang ada di dalam DPT, DPTB dan DPK”.

Pihak-pihak yang harus hadir dalam rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara peserta Pemilu adalah saksi peserta Pemilu, panitia pengawas, dan pemantau Pemilu. Saksi peserta Pemilu harus membawa surat mandat dari peserta Pemilu, yaitu dari partai politik, Tim Pemenangan Presiden serta anggota DPD.

“Tugas saksi peserta Pemilu mulai dari TPS sampai ke KPU adalah untuk menyaksikan proses penghitungan kertas suara sesuai dengan data-data yang telah tersedia sebelumnya”, jelas Cipto Wibowo.

Wibowo juga menegaskan, sisa kertas suara di TPS, tidak boleh dibagi kepada siapapun untuk mencoblos. Tapi itu harus dicoret, dan  seluruh permasalahan yang terjadi di TPS harus diselesaikan di TPS. Jangan dibawa-bawa ke tingkat atas, atau ke KPU.

Sementara Niko Tunjanan, anggota Bawaslu Papua yang hadir menutup pelatihan saksi peserta Pemilu di Hotel Sahid Entrop, Jayapura mengatakan keberhasilan Pemilu berjalan aman dan lancar itu, bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk saksi.

paskalis keagop

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *